JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, jika fenomena atmosfer dinilai masih mempengaruhi potensi pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat.
Analisa tersebut dilihat perkembangan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal, serta luaran model cuaca probabilistik atau deterministik dan analisis data pengamatan.
Analisa prospek cuaca pekan ini, wilayah Provinsi Jawa Barat secara umum terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian wilayah Jawa Barat.
Baca Juga:Sepanjang September, BMKG catat 51 Ribu lebih Etir Menyambar di Jabar Kekeringan Melanda RI, BMKG Sebut El Nino Bukan Satu-satunya Penyebab
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia mengatakan, fenomena atmosfer tersebut, diprakirakan masih memengaruhi potensi pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat hingga 11 Oktober 2026 mendatang.
“Namun peluang hujan cenderung menurun secara signifikan menjelang akhir pekan,” katanya kepada Jabar Ekspres, Kamis (8/10/2026).
Rakhmat berujar, pada skala global, dinamika atmosfer menunjukkan indeks ENSO terpantau pada nilai +2.72, yang mengindikasikan kondisi El Nino sangat kuat, ditambah fase Indian Ocean Dipole (IOD) positif dan tren menguatnya Monsun Australia yang berpotensi membatasi suplai uap air.
Meskipun demikian, kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 milibar (mb) berada pada kisaran 30 sampai 80 persen.
“Kondisi tersebut, dipadukan dengan labilitas atmosfer lokal yang bervariasi pada kategori labil ringan hingga sedang, masih dapat mendukung peluang pertumbuhan awan konvektif dan hujan lokal,” ujarnya.
Disampaikan Rakhmat, dari analisa yang dilakukan pihaknya, maka secara umum terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah Jawa Barat.
“Masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis, seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” imbuhnya.
Baca Juga:Hujan Disertai Petir Berpotensi Mengguyur Sejumlah Daerah Termasuk SumedangDinamika Atmosfer di Jabar, Hujan Disertai Petir Berpotensi Mengguyur Sejumlah Wilayah
Rakhmat menambahkan, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun siaga, mengenali risiko di lingkungan sekitar, serta selalu memperbarui informasi cuaca dan mengikuti arahan serta protokol evakuasi dari pemerintah daerah apabila terjadi bencana.
“Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, khususnya perjalanan darat, laut, dan udara, dengan memantau informasi cuaca terkini,” pungkasnya. (Bas)
