Wamenkes: Kalau Bisa Umur 20-60 Engga Usah Sakit, Hidup Terganggu

Wamenkes: Kalau Bisa Umur 20-60 Engga Usah Sakit, Hidup Terganggu
Wamenkes Benjamin Paulus saat memberikan keterangan. Foto: Regi/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan, agar masyarakat dalam rentang usia 20-60 tahun tidak menderita sakit.

Hal itu disampaikan Wamenakes usai melakukan pertemuan perihal penguatan komitmen dan aksi nyata dalam upaya percepatan eliminasi TBC di Gedung Sekretariat Daerah, Kabupaten Bogor, Kamis (26/2/2026).

“Kalau bisa kalian umur 20-60 ya engga usah sakit lah,” kata Benjamin.

Baca Juga:Kisruh Penonaktifan BPJS PBI, Anggaran Dipangkas untuk MBG?Pemkot Cimahi Cari Solusi Penonaktifan 19 Ribu BPJS PBI, Pastikan Pasien Tetap Terlayani

Menurutnya, usia 20-60 tahun merupakan usia produktif, sehingga apabila di rentang usia tersebut mengalami penyakit ginjal, maka dapat mengganggu aktivitas lantaran harus melakukan cuci darah secara rutin.

Benjamin menuturkan, pemerintah sedang gencar untuk mencegah penyakit yang menjadi penyebab kematian utama tersebut.

Dirinya menambahkan bahwa semua penyakit dapat diberikan pencegahan, asal masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.

“Engga usah sakit yang ngerti ya kalau flu biasa, tapi kalau sakit harus ginjalnya jebol, cuci darah, umur 40 tahun kena stroke, hidup terganggu, udah nggak bisa kerja,” kata dia. “Nah itu yang kita cegah. Itu stroke tuh dapat dicegah. Serangan jantung dapat dicegah. Ginjal rusak dapat dicegah. Asal dilakukan cek kesehatan gratis kan ketahuan,” sambungnya.

Ia mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan mengetahui penyakit yang diderita oleh pasien, pihaknya akan segera mengambil langkah lanjutan.

“Begitu ada gejala langsung kita obatin supaya nggak sampai jebol. Tujuan kita hari ini ke sini adalah nomor satu sosialisasi mengenai pemberantasan TB secara nasional,” pungkasnya.

0 Komentar