JABAR EKSPRES – Keindahan taman bunga yang beraneka ragam menjadi metafora kuat dalam pagelaran busana bertajuk “Sekar Setaman” yang dipersembahkan Batik Danar Hadi, Kamis (26/2/2026).
Lewat fashion show ini, rumah batik legendaris tersebut kembali menegaskan komitmennya dalam merawat sekaligus mengembangkan warisan budaya Nusantara melalui sentuhan mode kontemporer.
Mengangkat filosofi flora sebagai simbol kehidupan, “Sekar Setaman” tidak sekadar menampilkan keindahan visual.
Baca Juga:Drama Sengketa Saham Berakhir, Dahlan Iskan Menang Lawan Jawa Pos di PengadilanHore Driver Ojol Dapat THR Lagi Tahun Ini
Koleksi ini menjadi refleksi harmoni dalam keberagaman tentang karakter, warna, dan makna yang berpadu dalam satu kesatuan, sebagaimana batik menyatukan tradisi dan zaman.
“Melalui tema ‘Sekar Setaman’, kami tidak hanya merayakan keanggunan visual dari aneka bunga, tetapi lebih dalam lagi, kami ingin menyampaikan pesan tentang harmoni dalam keberagaman. Setiap motif bunga yang kami hadirkan seperti Seruni, Anggrek Bulan, Kenanga, dan Mawar membawa filosofi hidup yang luhur. Seperti bunga-bunga dalam taman yang berbeda namun saling melengkapi, batik adalah medium yang menyatukan kekayaan tradisi dengan desain modern, mencerminkan perempuan Indonesia yang tegar, anggun, dan sarat makna”, ujar Managing Director Batik Danar Hadi, Diana Santosa.
Dalam koleksi ini, empat bunga utama menjadi benang merah narasi desain.
Bunga Seruni atau krisan melambangkan keteguhan, optimisme, dan kebahagiaan.
Anggrek Bulan merepresentasikan keanggunan abadi, kemurnian, dan cinta tulus.
Bunga Kenanga mengandung makna keluhuran budi, kesetiaan, serta kedamaian.
Sementara Mawar menjadi simbol universal keindahan, cinta, dan romansa.
Filosofi tersebut diwujudkan melalui eksplorasi teknik batik cap, tulis, hingga tulkom (tulis kombinasi) pada material premium seperti sutra crepe, Thai silk, organza, serta tenun ATBM.
Pilihan palet warna solid dan pastel menghadirkan kesan lembut nan elegan, sekaligus menonjolkan detail motif yang dikerjakan dengan presisi tinggi.
Pagelaran busana ini dibagi dalam enam sequence yang mengalir dramatis.
Diawali dengan Kain dan Selendang yang menampilkan reimajinasi kebaya modern, dipercantik payet dan aplikasi bunga, berpadu kain batik sutra serta selendang tenun mewah.
Sequence Clasican menghadirkan gaya klasik dengan potongan sederhana dan motif batik klasik, merepresentasikan sosok perempuan profesional yang elegan dan percaya diri.
