JABAR EKSPRES – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus mendorong penguatan karakter di lingkungan kampus, salah satunya melalui ajakan kepada para dosen dan sivitas akademika untuk menunaikan ibadah haji. Selain sebagai rukun Islam kelima, ibadah haji dinilai memiliki nilai pendidikan yang mampu membentuk pribadi yang lebih matang, sabar, serta berempati dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan UPI Berhaji yang digelar di Gedung Gymnasium UPI, Jalan Dr. Setiabudi, Kota Bandung, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi UPI bersama Kementerian Haji Jawa Barat dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai upaya meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong lebih banyak warga kampus mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Baca Juga:Jelang Tengah Musim 2026, Ramadhipa Bidik Hasil Maksimal di PrancisSafety Riding Center DAM dan Polres Cimahi Bagikan Helm untuk Siswa SD
Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi mengatakan, pelaksanaan ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter yang berdampak positif terhadap kehidupan pribadi maupun profesional seseorang.
“Saya meyakini pelaksanaan haji ini merupakan bagian dari pengembangan karakter. Oleh karena itu saya mendorong civitas akademika untuk melaksanakan haji. Kalau para dosen memiliki karakter yang baik, tentu dalam melaksanakan tugasnya akan lebih mencintai mahasiswa dengan tulus dan kasih sayang kepada mahasiswa,” ujar Prof. Didi.
Menurutnya, pengalaman spiritual selama menjalankan ibadah haji akan memperkaya nilai-nilai kehidupan yang tidak selalu dapat diperoleh melalui proses belajar di ruang kuliah. Nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, hingga kepedulian terhadap sesama diyakini dapat menjadi bekal penting bagi seorang pendidik dalam membimbing mahasiswa.
Rektor menilai, kampus tidak hanya bertanggung jawab menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membangun lingkungan yang mendukung tumbuhnya karakter positif bagi seluruh sivitas akademika.
“Ini bagian dari pendidikan yang tidak bisa didapatkan dari kelas. Ke depan kita berharap semua warga UPI lebih banyak lagi yang mendaftar untuk melaksanakan ibadah haji. Kemudian nanti dalam praktiknya mereka akan kita bantu, kita akan dorong supaya cita-citanya berhasil,” tutur Prof. Didi.
Melalui kegiatan UPI Berhaji, civitas akademika juga mendapatkan informasi mengenai tata cara, persiapan, hingga berbagai aspek penyelenggaraan ibadah haji. Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi dosen maupun tenaga kependidikan yang ingin merencanakan keberangkatan ke Tanah Suci sejak dini.
