Sekar Setaman, Simfoni Flora Nusantara dari Batik Danar Hadi yang Rayakan Harmoni & Karakter Wanita Indonesia

Sekar Setaman, Simfoni Flora Nusantara dari Batik Danar Hadi yang Rayakan Harmoni & Karakter Wanita Indonesia
Sekar Setaman, Simfoni Flora Nusantara dari Batik Danar Hadi yang Rayakan Harmoni & Karakter Wanita Indonesia
0 Komentar

Lalu Bunga Sebaran Rambat menawarkan siluet feminin modern melalui perpaduan motif Widodaren dan Anglung Rambar.

Motif Bunga Seruni tampil sebagai highlight berikutnya, dipadukan dengan sentuhan batik modern yang segar.

Pada sequence Bunga Tanahan, long tunik, dress, dan outer dengan detail beads halus di atas sutra crepe menonjolkan keindahan bunga tanah Nusantara.

Baca Juga:Drama Sengketa Saham Berakhir, Dahlan Iskan Menang Lawan Jawa Pos di PengadilanHore Driver Ojol Dapat THR Lagi Tahun Ini

Sementara Bunga Pastel menjadi penutup dengan nuansa lembut melalui blouse, dress hingga abaya, diperkaya renda dan lace yang anggun.

“Koleksi ‘Sekar Setaman’ adalah bukti bahwa batik tidak pernah berhenti bertumbuh. Kami memadukan akar tradisi yang dalam dengan ekspresi mode kontemporer, menciptakan busana yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menyentuh jiwa dan bercerita. Ini adalah penghormatan kami pada kearifan lokal dan pada setiap perempuan yang mengenakannya dengan bangga,” tutup Diana.

Sebagai informasi, Batik Danar Hadi didirikan di Solo oleh pasangan Santosa Doellah dan Danarsih Hadiprijono pada 1967.

Sejak awal berdiri, merek ini dikenal sebagai pelopor batik yang mampu menjaga kharisma tradisi sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan selera pasar.

Bagi Batik Danar Hadi, batik bukan sekadar teknik dan estetika.

Di dalamnya terkandung pesan sosial, identitas, serta pandangan hidup yang membentuk proses kreatifnya.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui kehadiran Rumah Batik Danar Hadi, sebagai ruang edukasi agar batik semakin dipahami dan dihargai sebagai salah satu wastra kebanggaan Indonesia.

Melalui “Sekar Setaman”, Batik Danar Hadi kembali membuktikan bahwa batik adalah karya yang hidup—bertumbuh, beradaptasi, dan terus menemukan cara baru untuk berbicara kepada generasi masa kini tanpa kehilangan akar budayanya.

0 Komentar