JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengawali rangkaian Safari Ramadan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Rabu (25/2/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak longsor di Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda.
Kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah ini menjadi titik awal agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang akan digelar di lima lokasi berbeda. Namun tahun ini, Pasirlangu dipilih sebagai lokasi pertama karena wilayah tersebut masih berduka setelah bencana longsor merusak puluhan rumah dan menelan ratusan korban jiwa. Suasana Ramadan di Kecamatan Cisarua pun terasa berbeda, terutama bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan pembukaan Safari Ramadan di Desa Pasirlangu bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit pasca longsor Bandung Barat.
Baca Juga:Ada 250 Kursi Mudik Gratis Pemkot Bandung, Siap Antar Warga Pulang ke Kota-kota Ini!MTP dan Kodim 0618/Kota Bandung Gelar Pangan Murah untuk Bantu Masyarakat Memenuhi Kebutuhan Pokok
“Safari Ramadan ini sengaja kami mulai dari Pasirlangu karena warga di sini masih dalam suasana duka pasca longsor. Kami ingin hadir langsung, memastikan kondisi warga, sekaligus memberikan dukungan moril agar tetap kuat menjalani Ramadan,” ujar Jeje di sela kegiatan.
Menurutnya, Safari Ramadan bukan hanya agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
“Dalam kegiatan ini, pemerintah juga menghadirkan layanan administrasi jemput bola, mulai dari pembuatan KTP, kartu keluarga, hingga pelayanan pajak daerah bagi warga yang kehilangan dokumen akibat bencana longsor di Cisarua,” katanya.
Jeje menjelaskan, sebagian besar warga terdampak kini telah pindah ke rumah kontrakan. Meski begitu, pemerintah masih melakukan pendataan lanjutan, khususnya bagi warga di zona kuning dan zona merah yang belum menerima santunan. Ia memastikan seluruh korban akan mendapatkan perhatian dan bantuan sesuai ketentuan.
“Selain dukungan moril, santunan dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp42 juta per orang telah disalurkan kepada ahli waris korban meninggal dunia,” katanya.
“Pemerintah daerah juga terus mengkaji rencana pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban longsor Pasirlangu, meski lokasi relokasi masih dalam tahap musyawarah untuk memastikan aspek keamanan dan kelayakan,” tambahnya.
