JABAR EKSPRES – Dugaan keracunan makanan terjadi di SDN Cimahi Mandiri 4 setelah sejumlah siswa dan guru mengeluhkan gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (25/2/2026).
Menu MBG yang dibagikan saat itu berupa onigiri, telur rebus, serta sejumlah makanan ringan. Karena bertepatan dengan bulan Ramadan, makanan tersebut dibagikan untuk dibawa pulang oleh siswa dan guru.
Kepala SDN Cimahi Mandiri 4, Eka Nugrahawati, mengungkapkan bahwa sejak awal ia mencium aroma tidak sedap dari makanan yang diterima pihak sekolah. Atas dasar itu, ia memutuskan untuk tidak mengonsumsi jatah MBG tersebut.
Baca Juga:Ini Pesan H. Cucun Dalam Reses Anggota DPRD Fraksi PKBEmosi Memuncak di GBLA, Andrew Jung Tegaskan Niatnya Redam Situasi Demi Persib
“Waktu MBG datang, kami guru juga kebagian. Pas saya cium, memang sudah bau. Jatah saya tidak saya makan, hanya saya simpan di sekolah. Saya bilang, ‘ini sudah bau, simpan saja’. Dari pagi baunya asam, terutama nasi onigiri,” ungkap Eka saat ditemui wartawan di RSUD Cibabat, Rabu (25/2/2026) malam.
Eka menjelaskan, pembagian MBG dilakukan dengan sistem dibawa pulang menyesuaikan dengan kondisi bulan puasa. “Karena Ramadan, makanan itu dibawa pulang, berupa snack,” jelasnya.
Ia menambahkan, distribusi makanan dilakukan pada pagi hari. “Kalau tidak salah dibagikan sekitar pukul 09.00,” katanya.
Sementara itu, Penanggung Jawab MBG sekaligus guru olahraga SDN Cimahi Mandiri 4, Ayat Rukhiyat, menjelaskan bahwa distribusi makanan dimulai sejak pagi setelah dilakukan koordinasi internal sekolah.
“Saya menunggu penerima MBG datang jam 07.30. Setelah koordinasi dengan penanggung jawab di sekolah, makanan dibagikan ke tiap kelas mulai jam 08.00 sampai sekitar jam 09.00,” ujar Ayat.
Ia menerangkan, waktu konsumsi makanan berbeda-beda tergantung kondisi puasa siswa. Siswa yang tidak berpuasa langsung mengonsumsi makanan sepulang sekolah, sementara siswa kelas awal yang menjalani puasa setengah hari baru mengonsumsinya pada siang hari.
“Anak itu kalau yang tidak puasa, pulang sekolah langsung dimakan. Anak kelas satu kan puasa setengah hari. Jam 12.00 sudah dimakan. Nah ada tadi ditanya, anak makan terus ada yang pulang sekolah jam 12.00-an. Itulah jam terdampak,” ungkapnya.
