JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan Kota Bandung memastikan proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya terus menunjukkan progres. Memasuki awal 2026, pembangunan infrastruktur pendukung mulai berjalan, ditandai dengan dimulainya konstruksi Depo Leuwipanjang dan penetapan pemenang lelang untuk sejumlah paket pekerjaan strategis.
Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengungkapkan bahwa dua depo utama, yakni Leuwipanjang dan Cicaheum, telah memiliki pemenang tender. Untuk Depo Leuwipanjang, pekerjaan fisik bahkan sudah dimulai.
“Depo Leuwipanjang dan Cicaheum sudah ada pemenang lelangnya. Untuk Leuwipanjang, pembangunannya sudah berjalan. Sementara pembangunan on corridor saat ini memang belum dimulai,” ujarnya, Rabu (25/2).
Baca Juga:BRT Bandung Raya Digadang Jadi Solusi Transportasi Massal, Tarif Lebih Murah dan Sistem CashlessDishub Cimahi Tegaskan Angkot Tak Dihapus Meski Bakal Ada BRT, Benarkah?
Rasdian menjelaskan, seluruh proses tender untuk pekerjaan off corridor telah rampung dan kontraktor pelaksana sudah ditetapkan. Adapun pekerjaan on corridor, yang mencakup jalur utama lintasan BRT, ditargetkan mulai dikerjakan pada akhir Februari 2026.
Proyek ini sendiri merupakan bagian dari pengembangan sistem transportasi massal di kawasan metropolitan Bandung Raya yang didukung oleh Kementerian Perhubungan.
Dalam waktu dekat, perwakilan Kementerian Perhubungan bersama World Bank dan Project Management Consultant (PMC) dijadwalkan melakukan audiensi dengan Wali Kota Bandung guna membahas pembangunan koridor lokal BRT.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar implementasi proyek berjalan sesuai target.
Untuk Depo Leuwipanjang, Rasdian memastikan seluruh tahapan appraisal telah tuntas. Proses tersebut meliputi penghapusan aset lama dan penyiapan lahan sehingga konstruksi dapat dilakukan dari tahap awal.
“Appraisal untuk Leuwipanjang sudah selesai. Artinya lahan sudah siap dan bisa dikerjakan dari nol,” jelasnya.
Sementara itu, pembangunan Depo Cicaheum dilakukan secara bertahap. Hal ini karena sebagian armada bus di lokasi tersebut masih beroperasi untuk melayani masyarakat, terutama menjelang periode Lebaran.
Baca Juga:Dishub Cimahi Siapkan Integrasi Angkot dan BRT, Uji Coba Trayek Dimulai 2026Lewat Rekayasa Lalin dan Teknologi AI, Dishub Bandung Antisipasi Dampak Macet Proyek BRT
Menurut rencana, pembangunan penuh Depo Cicaheum kemungkinan baru akan dimaksimalkan setelah pekerjaan di Leuwipanjang rampung, guna memastikan operasional transportasi publik tetap berjalan tanpa gangguan signifikan.
Proyek BRT Bandung Raya diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurai kemacetan dan meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Kota Bandung dan sekitarnya.
