MBG Berisi Roti Kedaluwarsa dan Buah Busuk di Sumedang Diduga Akibat Anggaran, Ini Kata Pakar!

MBG Berisi Roti Kedaluwarsa dan Buah Busuk di Sumedang Diduga Akibat Kendala Anggaran, Ini Kata Pakar!
BUKTI: Komoditi roti yang diduga kadaluwarsa dan buah busuk pada paket MBG untuk balita serta ibu menyusui di Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. (Foto: Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menu sajian Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga tak layak konsumsi dan telah didistribusikan kepada penerima manfaat, balita dan ibu menyusui (Busui) di wilayah Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang masih menjadi sorotan.

Keluhan pun mencuat, sebab dalam paket MBG yang dibagikan diduga terdapat roti kedaluwarsa dan buah dengan kondisi busuk hingga mengeluarkan aroma tak sedap.

Terkait hal itu, Pakar Kebijakan Publik dari Unpad Bandung, Asep Sumaryana mengatakan, timbulnya makanan MBG yang diduga tak layak konsimsi itu, bisa berhubungan dengan anggaran pembelanjaan dapur.

Baca Juga:Dugaan Menu MBG Kadaluwarsa, Pihak SPPG Dilaporkan ke BGN dan Pemda SumedangDugaan Menu MBG Kadaluwarsa di Sumedang, Pihak Dapur Datangi Warga Minta Unggahan Video Dihapus

“Berangkat dari titik pertama, bisa berhubungan dengan anggaran, apa mungkin tidak memadai untuk membeli makanan layak?” katanya kepada Jabar Ekspres, Rabu (25/2/2026).

Asep menerangkan, persoalan anggaran untuk program MBG ini dinilai cukup sensitif. Pasalnya, pengalokasian yang tidak sesuai dapat berpotensi menimbulkan masalah, baik bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun terhadap penerima manfaat.

“Anggaran ini mata rantai dari BGN (Badan Gizi Nasional), kemudian sampai ke bawah ke SPPG untuk digunakan. Nah ini bisa jadi tidak sesuai, jika sampai makanannya tidak layak,” terangnya.

Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, sajian MBG tak layak konsumsi itu diterima para balita dan Busui Desa Sindulang itu, pendistribusiannya masuk area dan dilakukan oleh dapur sehat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cimanggung 06, di wilayah Dusun Warunenggang RW13, Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung.

Melihat kondisi sekarang, ujar Asep, tak sedikit pihak yang ingin turut andil dalam program nasional, dengan menjadi pengelola dapur sehat.

Oleh karenanya, tak menutup kemungkinan jika dalam penerapan belanja bahan baku hingga distribusi sajian MBG, terdapat persaingan yang berkaitan dengan pengelolaan dapur.

“Bisa jadi persaingan itu berkaitan dengan pemberi proyek,” ujarnya.

Kemudian, mengingat harga bahan-bahan baku saat ini sudah mulai naik, Asep menilai, dalam penerapannya tak sesuai kesepakatan awal antara SPPG dengan pihak distributor atau suplier.

Baca Juga:Dugaan Makanan Tak Layak Konsumsi di Program MBG Sindulang, Buah dan Roti untuk Balita dan Busui Diduga RusakProgram MBG di Desa Sindulang Sumedang Jadi Sorotan, Diduga Bagikan Roti Kadaluwarsa 

“Sehingga dari kesepakatan awal sampai sekarang bisa saja tidak sesuai. Misalkan barang yang dibeli jadi tidak bagus kualitasnya,” bebernya.

0 Komentar