BP2D Didorong Bertransformasi Jadi BRIDA, Perkuat Kebijakan Berbasis Riset di Jawa Barat

BP2D
BP2D Jabar/Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) didorong untuk bertransformasi menjadi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Langkah ini dinilai penting guna memperkuat kebijakan Pemerintah Daerah yang berbasis riset dan data. Wacana tersebut mengemuka dalam Forum BP2D beberapa waktu lalu.

Kepala BP2D Jawa Barat, Mohammad Taufiq Budi Santoso, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah rencana strategis yang akan dijalankan pada 2026–2027. Salah satu agenda utama adalah transformasi BP2D menjadi BRIDA.

Menurutnya, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah yang tengah dituntaskan.”Ini juga untuk mendukung ekosistem riset di Jawa Barat,” terangnya, Selasa (24/2).

Baca Juga:Emosi Memuncak di GBLA, Andrew Jung Tegaskan Niatnya Redam Situasi Demi PersibBSI Fest Ramadan 2026 Hadir di 9 Kota Besar, Promo Umrah Hemat sampai Rp4 Juta

Taufiq melanjutkan, riset memiliki peran penting dalam proses perumusan kebijakan. “Kebijakan berbasis bukti akan semakin memberikan hasil nyata bagi kesejahteraan warga,” terangnya.

Riset dan inovasi merupakan institusi penting dan terhormat dalam ekosistem pembangunan daerah, sehingga tidak boleh dipandang sekadar sebagai pelengkap administratif.

Transformasi BP2D menjadi BRIDA juga diharapkan mampu memperkuat independensi riset, sehingga pengembangan riset di Jawa Barat dapat berjalan lebih masif, terarah, dan berdampak luas.

Namun demikian, riset yang dilakukan harus mampu menjawab persoalan nyata di lapangan, seperti peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM), efektivitas pemerintahan, hingga berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Sehingga nanti hasil riset menjadi landasan kebijakan yang memihak rakyat, bukan hanya berakhir sebagai tumpukan dokumen di lemari.(son)

0 Komentar