Damkar Petakan Titik Rawan, Permukiman Padat di Cimahi Rentan Kebakaran

Petugas Damkar saat memadamkan kobaran api di SPBU Leuwi gajah Cimahi Selatan (Dok. Damkar Cimahi)
Petugas Damkar saat memadamkan kobaran api di SPBU Leuwi gajah Cimahi Selatan (Dok. Damkar Cimahi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Risiko kebakaran di kawasan permukiman padat Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, jadi perhatian serius aparat daerah. Tim pencegahan kebakaran dari Satuan Polisi Pamong Praja Kota Cimahi dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cimahi melakukan pendataan menyeluruh di lima RW yang dinilai rawan insiden kebakaran.

Lima RW yang masuk dalam prioritas pendataan tersebut berada di Kelurahan Cigugur Tengah, tepatnya RW 14, RW 15, RW 16, RW 17, dan RW 18. Kawasan ini dianalisis memiliki kerentanan tinggi akibat kondisi lingkungan dan minimnya sarana keselamatan dasar.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana menjelaskan bahwa pendataan dilakukan secara langsung dengan melibatkan perangkat kewilayahan setempat.

Baca Juga:Mengenang Masa Kecil di Masjid Agung Bandung, Wali Kota Ajak Lakukan Ini di Momen RamadanRamadan Momentum Disiplin: Farhan Bagikan Rutinitas Spiritual dan Fisik

“Pendataan kami lakukan dengan cara berkomunikasi langsung bersama aparat lokal, mulai dari Ketua RT hingga Ketua RW,” kata Aep saat dikonfirmasi, Senin (23/2/26).

Selain komunikasi lapangan, tim juga menggunakan instrumen teknis guna memastikan akurasi data yang dikumpulkan.

“Tim juga menggunakan formulir khusus pendataan wilayah, perlengkapan tulis, serta kamera untuk mendokumentasikan dan mengumpulkan setiap data dengan akurat,” jelasnya.

Dari hasil pemetaan awal, kondisi di lima RW tersebut dinilai memprihatinkan. Tidak ditemukan satu pun fasilitas penunjang penanggulangan kebakaran yang memadai di wilayah tersebut. Mulai dari ketiadaan titik evakuasi, sumber air darurat, portal pemadam, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga kelompok relawan kebakaran berbasis masyarakat.

“Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi kami karena sangat meningkatkan risiko jika terjadi kebakaran di kawasan tersebut,” ujarnya.

Aep menegaskan, data yang dihimpun tidak berhenti pada pemetaan risiko semata. Temuan ini akan menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah preventif yang lebih terarah.

“Sekaligus juga menyusun langkah-langkah strategis guna memperkuat keamanan dan keselamatan warga di Cigugur Tengah,” ucapnya menutup. (Mong)

0 Komentar