Reyes vs Santillan Rebut Gelar Interim WBA, Adu Kekuatan dan Teknik di Santo Domingo

Reyes vs Santillan Rebut Gelar Interim WBA, Adu Kekuatan dan Teknik di Santo Domingo
Poster laga tinju Noel Reyes Cepeda (kiri) melawan Victor Santillan (kanan) dalam laman resmi World Boxing Association (WBA) yang dipantau d Jakarta, Jumat (20/2/2026). (SUMBER FOTO: Laman resmi WBA via ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dua petinju asal Republik Dominika, Noel Reyes Capeda dan Victor Santillan, dijadwalkan saling berhadapan untuk memperebutkan gelar juara dunia interim kelas bantam super versi World Boxing Association (WBA). Pertarungan tersebut akan digelar di Santo Domingo pada 21 Februari mendatang.

Dalam keterangan resminya, WBA menyebut laga ini diprediksi berlangsung ketat dan sarat persaingan karena berpotensi menentukan siapa yang akan menjadi penantang utama berikutnya di divisi bantam super.

“Duel ini akan menjadi pertarungan sengit dan penuh persaingan yang dapat menentukan penantang utama berikutnya di kelas bantam super,” dalam keterangan tersebut.

Baca Juga:Prancis Kritik Komisi Eropa soal Kehadiran di Pertemuan Dewan Perdamaian WashingtonLavrov Sebut Hubungan Rusia–AS Bersifat Pragmatis dan Berbasis Kepentingan Nasional

Reyes, yang kini berusia 39 tahun, tengah berada dalam fase krusial kariernya. Petinju kelahiran La Vega itu mengalami kebangkitan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Ia mencatat sejumlah kemenangan meyakinkan yang mengantarkannya ke peringkat keenam dunia versi WBA, dengan rekor 19 kemenangan—15 di antaranya diraih melalui knockout (KO)—serta empat kekalahan.

Kekuatan utama Reyes terletak pada pukulannya yang keras. Rasio KO yang tinggi membuatnya sangat berbahaya, terutama pada ronde-ronde awal.

Laga ini menjadi peluang emas bagi Reyes untuk mewujudkan ambisi meraih gelar juara dunia pertamanya setelah perjalanan panjang di dunia tinju profesional.

Di sisi lain, Santillan hadir sebagai representasi generasi baru petinju Dominika. Petinju asal La Romana itu dikenal memiliki teknik matang dan pergerakan kaki yang gesit, kerap menyulitkan lawan yang mengandalkan kekuatan pukulan.

Dengan catatan 15 kemenangan (enam KO) dan dua kekalahan, Santillan sudah terbiasa tampil di panggung besar, termasuk saat menghadapi petinju Jepang, Tenshin Nasukawa.

Gaya bertarung Santillan mengedepankan kombinasi pukulan cepat dan kecerdasan taktis. Strateginya dirancang untuk meredam agresivitas lawan sekaligus mengumpulkan poin demi poin di setiap ronde.

Baca Juga:Mandalika Kembali Tuan Rumah GT World Challenge Asia 2026 pada Mei MendatangZelenskyy Harap Putaran Baru Negosiasi Ukraina–Rusia Digelar Sebelum Akhir Februari

Secara keseluruhan, duel ini mempertemukan dua pendekatan berbeda dalam tinju: kekuatan eksplosif melawan teknik dan strategi. Reyes diperkirakan akan langsung tampil agresif sejak bel pertama berbunyi, berusaha memberikan tekanan dan menciptakan kerusakan sejak awal laga.

Sebaliknya, Santillan kemungkinan memilih pendekatan disiplin dengan menjaga jarak, memperpanjang pertarungan hingga ronde-ronde akhir, dan mengandalkan keunggulan teknis untuk merebut kemenangan lewat keputusan juri.

0 Komentar