JABAR EKSPRES – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menegaskan bahwa hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) berjalan secara pragmatis karena kedua negara saling mengakui kepentingan nasional masing-masing.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Arabiya, Lavrov menyatakan bahwa komunikasi antara Moskow dan Washington tetap berlangsung dengan mengedepankan akal sehat. Ia menekankan bahwa Rusia memahami kepentingan nasional AS, dan sebaliknya, Washington juga mengakui kepentingan nasional Rusia.
“Hubungan keduanya pragmatis… Kami memang berkomunikasi. Kami memahami bahwa kami harus menggunakan akal sehat. Kami mengakui kepentingan nasional AS,” ujarnya.
Baca Juga:Mandalika Kembali Tuan Rumah GT World Challenge Asia 2026 pada Mei MendatangZelenskyy Harap Putaran Baru Negosiasi Ukraina–Rusia Digelar Sebelum Akhir Februari
Lavrov mengungkapkan bahwa setahun sebelumnya, saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Riyadh, pihak Amerika menyampaikan bahwa kebijakan luar negeri mereka didasarkan pada kepentingan nasional. Namun, dalam pertemuan tersebut, AS juga disebut mengakui kepentingan nasional Rusia.
“Tepat setahun yang lalu, ketika saya bertemu dengan [Menteri Luar Negeri AS] Marco Rubio di Riyadh, mereka mengatakan kepada kami bahwa AS mengikuti kepentingan nasionalnya. Tetapi, mereka juga mengakui kepentingan nasional Rusia.” katanya.
Menurutnya, ketika kepentingan kedua negara bertemu atau saling bersinggungan, maka peluang kerja sama harus dimanfaatkan melalui pelaksanaan berbagai proyek bersama. Sebaliknya, jika terdapat perbedaan kepentingan, hal tersebut tidak seharusnya berkembang menjadi konfrontasi, terlebih konflik terbuka. Lavrov menegaskan bahwa kedua pihak sepakat untuk menghindari eskalasi semacam itu.
“Ketika kepentingan-kepentingan ini saling tumpang tindih, kita harus memetik manfaat dan melaksanakan sejumlah proyek. Ketika kepentingan-kepentingan ini berbeda, kita tidak boleh membiarkannya berujung pada konfrontasi, terutama konfrontasi yang panas. Kami sepenuhnya setuju dengan hal itu,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam pembentukan kelompok kerja bersama dengan AS, Rusia berupaya memahami sejauh mana komitmen Washington untuk bekerja sama, terutama di tengah upaya yang dinilai Moskow sebagai langkah AS untuk menyingkirkan Rusia dari pasar energi global.
Lavrov menyebut bahwa meskipun AS menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama saling menguntungkan setelah isu Ukraina terselesaikan, pada saat yang sama Washington masih berusaha menekan posisi Rusia di sektor energi internasional.
