Normalisasi Sekolah dan Hunian Aman Jadi Fokus Pemulihan Longsor di Cisarua

Normalisasi Sekolah dan Hunian Aman Jadi Fokus Pemulihan Longsor di Cisarua
Foto udara menunjukkan jalur longsoran dari puncak Gunung Burangrang yang menghantam permukiman warga dan lahan pertanian di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai menyusun langkah strategis pemulihan pascalongsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, dengan fokus pada rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.

Langkah tersebut dilakukan setelah masa tanggap darurat berjalan sejak bencana tanah longsor yang terjadi pada 24 Januari 2026.

Pemerintah daerah kini mengarahkan perhatian pada penanganan jangka menengah dan panjang agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.

Baca Juga:Jam Kerja ASN Bandung Barat Disesuaikan, Tetap 32,5 Jam per PekanBNN Kabupaten Bandung Barat Sebut Ramadan Jadi Periode Rawan Penyalahgunaan Narkotika

“Pematangan rencana itu sudah mulai dilakukan melalui rapat koordinasi pemulihan pascabencana bersama seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) KBB, Duddy Prabowo, di Ngamprah, Jumat (20/2/2026).

Duddy menegaskan, sejak hari pertama kejadian pemerintah daerah hadir penuh dalam penanganan bencana.

“Sejak awal, Pemkab Bandung Barat mengerahkan seluruh sumber daya untuk evakuasi korban, pendirian posko pengungsian dan layanan kesehatan, pengoperasian dapur umum, hingga distribusi logistik agar kebutuhan dasar warga terpenuhi,” katanya.

Memasuki fase pemulihan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Bandung Barat R. Eriska Hendrayana menjelaskan rapat tersebut menjadi forum evaluasi komprehensif sekaligus penyusunan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi.

Menurutnya, terdapat dua prioritas utama pada tahap pemulihan, yakni normalisasi layanan pendidikan dan relokasi hunian warga yang rumahnya rusak berat atau berada di zona rawan bencana.

“Penyediaan serta pematangan lahan aman menjadi langkah awal sebelum pembangunan kembali dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, penanganan lintas sektor juga terus diperkuat, mencakup layanan kesehatan termasuk trauma healing bagi penyintas, serta pemulihan ekonomi masyarakat melalui perbaikan lahan pertanian dan dukungan terhadap sektor peternakan.

Baca Juga:Perhutani Pastikan Offroad di Sukawana-Cikole Lembang Kabupaten Bandung Barat IlegalDiterjang Longsor, Warga Cipetir Cililin Bandung Barat Bakal Direlokasi

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Barat, longsor di Desa Pasirlangu menyebabkan 158 jiwa terdampak langsung. Dari jumlah tersebut, 78 orang dinyatakan selamat dan 80 orang sempat dilaporkan hilang. Hingga pembaruan data per 10 Februari 2026, sebanyak 62 korban berhasil dievakuasi dan teridentifikasi.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memastikan proses pemulihan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.

0 Komentar