JABAR EKSPRES – Perhutani menyebut aktivitas offroad dan motor cross di hutan Sukawana-Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ilegal karena tanpa izin resmi.
Penegasan itu disampaikan menyusul aksi warga yang memblokade akses utama lintasan kendaraan tersebut. Warga menilai kegiatan offroad dan motor trail di kawasan hutan Bandung Utara telah merusak jalan lingkungan, sumber mata air, serta ladang rumput untuk ternak.
“Betul sekarang jalannya ditutup. Alasan intinya dengan adanya off-road dan motor cross jalan di warga jadi rusak,” ujar Asisten Perhutani (Asper) Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang Cucu Supriatna saat dihubungi, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga:Pemkab Bandung Barat Periksa Kelayakan TPU Harmony Village Sebelum DikelolaDiterjang Longsor, Warga Cipetir Cililin Bandung Barat Bakal Direlokasi
Cucu menegaskan, aktivitas offroad dan motor cross di kawasan hutan tersebut tidak pernah mendapat izin maupun kerja sama resmi dari Perhutani.
“Kalau off-road dan motor cros itu gak ada kerjasama dengan pihak perhutani, maka bisa disebut itu ilegal,” ucapnya.
Lintasan mobil offroad tersebut diketahui membentang sekitar enam kilometer dari perkebunan teh Sukawana hingga menembus hutan pinus Cikole, Lembang. Sepanjang jalur itu tampak bekas jejak ban yang membentuk lubang-lubang sedalam satu hingga tiga meter.
Kondisi tersebut dikhawatirkan memperparah erosi dan mengganggu daya resap air di kawasan hulu Bandung Utara, yang selama ini menjadi penyangga sumber air warga. Selain itu, akses jalan warga juga terdampak akibat rusaknya kontur tanah.
Cucu menjelaskan, hingga saat ini Perhutani hanya bermitra dengan dua objek wisata di sepanjang kawasan tersebut, yakni Nyawang Bandung dan Safari Hutan Lendy. Namun keduanya tengah tidak beroperasi.
“Perhutani sampai saat ini hanya bermitra dengan 2 objek wisata di sepanjang lintasan itu, Nyawang Bandung dan Safari Hutan Lendy. Namun saat ini keduanya juga tutup sementara,” katanya.
Ia menambahkan, kedua pengelola wisata itu sedang menjalani proses musyawarah dan perbaikan kawasan.
Baca Juga:LBH Bandung Nilai Pembangunan PLTU Cerminkan Arah Kebijakan Energi Batubara Jawa BaratTerjaring Razia, 213 Ribu Kendaraan di Bandung Barat Menunggak Pajak
“Untuk wisata Nyawang Bandung kami masih tahap musyawarah dengan masyarakat, desa dan mitra untuk kelanjutannya,” kata Cucu.
“Kalau untuk Safari Hutan Lendy kami sudah melakukan penutupan sementara untuk pelaksanaan perbaikan jalur dan penghijauan atau penanaman disepanjang jalur offroad,” tandasnya. (Wit)
