Untuk membahas berbagai persoalan tersebut, kedua negara telah sepakat membentuk kelompok kerja ekonomi bilateral. Forum ini akan menjadi wadah diskusi terkait isu-isu strategis, termasuk potensi kerja sama dan dinamika persaingan di bidang energi.
“Meskipun Amerika dengan tulus mengatakan kepada kami bahwa, begitu masalah Ukraina diselesaikan, kita dapat memulai kerja sama yang saling menguntungkan, tapi untuk saat ini, mereka mencoba memaksa kami keluar dari pasar energi global,” katanya.
Pernyataan Lavrov tersebut mencerminkan dinamika hubungan Rusia–AS yang tetap terjalin di tengah perbedaan kepentingan geopolitik, dengan pendekatan yang diklaim lebih rasional dan berbasis kepentingan masing-masing negara.*
