JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya angkat bicara terkait viralnya pengaduan seorang warga Ciamis di media sosial.
Warga tersebut mengeluhkan sulitnya mengakses mobil ambulans desa untuk membawa lansia yang sakit karena dipungut biaya hingga Rp400 ribu.
Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Baca Juga:Lewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan SehatMeski Sulit, Tuntaskan di Bandung!
Permintaan maaf tersebut disampaikan Dedi setelah membaca keluhan dari Alma, warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis.
Dalam unggahan yang dilihat pada Rabu (18/2/2026), Dedi mengakui bahwa pelayanan kesehatan di tingkat desa masih belum optimal.
“Ini ada satu postingan, saya mohon maaf, masih ada desa yang belum menggunakan ambulans desanya dengan optimal untuk kepentingan warga,” ujar Dedi dalam video yang diunggahnya.
Mantan Bupati Purwakarta itu tidak menampik bahwa kejadian serupa kemungkinan besar juga terjadi di desa-desa lain di Jawa Barat.
Menurutnya, ada dua faktor utama yang menjadi akar permasalahan ini. Pertama, sopir ambulans desa kerap tidak mendapatkan honor yang memadai. Kedua, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk mobil desa juga sering kali tidak terjamin.
“Mohon maaf masih ada ketidaknyamanan dalam pelayanan kesehatan di desa, hatur nuhun,” imbuhnya dalam video tersebut.
Menanggapi persoalan ini, Dedi tidak hanya berhenti pada permintaan maaf. Ia menawarkan sebuah solusi konkret melalui program yang diberi nama Rereongan Sapoe Sarebu.
Baca Juga:Bojan Tak Menyerah! Persib Siap Balas Kekalahan di Leg KeduaStrategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden
Program ini merupakan gerakan gotong royong dengan mengumpulkan dana sebesar Rp1.000 per hari dari warga.
“Menurut saya, hal ini bisa terantisipasi dengan Rereongan Sapoe Sarebu, sehingga warga bisa mengumpulkan sehari Rp1.000. Dan uangnya bisa digunakan untuk saling membantu satu sama lain ketika ada warganya yang mengalami masalah. Termasuk di dalamnya untuk BBM ambulans dan transportasi honor sopir,” jelas Dedi.
Lebih lanjut, Gubernur berjanji akan segera menghubungi Kepala Desa Hegarmanah untuk mengetahui secara pasti penyebab di balik insiden tersebut. Ia memastikan akan mengaudit pengelolaan ambulans desa agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Sementara itu, kronologi pengaduan ini bermula dari unggahan Alma di media sosial TikTok. Ia mengaku terpaksa membawa dua orang lansia yang sakit menggunakan sepeda motor menuju rumah sakit yang berjarak sekitar 28 kilometer.
