Resmi Beroperasi di Dayeuhkolot, SPPG Kadin ke-26 Ditargetkan Jadi Percontohan di Kabupaten Bandung

Resmi Beroperasi di Dayeuhkolot, SPPG Kadin ke-26 Ditargetkan Jadi Percontohan di Kabupaten Bandung
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung kembali meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke-26 dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). SPPG tersebut berlokasi di Lapangan Pasigaran, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa (17/2/2026). Foto Agni Ilman Darmawan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung kembali meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke-26 dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

SPPG tersebut berlokasi di Lapangan Pasigaran, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Ketua Kadin Kabupaten Bandung, Boni Anggara, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya menargetkan total 31 dapur MBG, dengan 26 diantaranya sudah resmi diluncurkan.

Baca Juga:Program MBG di Desa Sindulang Sumedang Jadi Sorotan, Diduga Bagikan Roti Kadaluwarsa Kisruh Penonaktifan BPJS PBI, Anggaran Dipangkas untuk MBG?

“Alhamdulillah, Kadin membuktikan sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bandung, membantu Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati untuk membuka Dapur MBG. Di kita total ada 31, tapi yang baru launching 26,” ujar Boni saat ditemui, Selasa (17/2/2026).

Ia berharap SPPG yang berada di Lapangan Pasigaran tersebut dapat menjadi barometer terbaik, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas pelayanan.

“Mudah-mudahan SPPG ini menjadi salah satu barometer SPPG terbaik untuk pembuktian bahwa kami siap secara kualitas dan juga kuantitas yang terbaik untuk menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Terkait Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Boni menjelaskan bahwa seluruh SPPG binaan Kadin saat ini tengah berproses dan hanya tinggal satu tahapan lagi, yakni kelayakan air.

“Untuk semua program SLHS kami sudah berproses, hanya tinggal satu saja yaitu kelayakan air. Mudah-mudahan setelah itu kita bisa maju untuk terbitnya SLHS,” jelasnya.

Dalam operasionalnya, satu SPPG mampu memproduksi hingga 3.041 porsi dengan dukungan 47 karyawan serta tiga staf dan kepala SPPG, sehingga total personel mencapai 50 orang.

Menjelang bulan Ramadan, Kadin juga telah menyiapkan skema khusus distribusi makanan. Boni mengungkapkan, terdapat dua skema menu selama Ramadan, yakni menu basahan dan menu kering.

Baca Juga:Sidak Dapur MBG Baros, Ngatiyana Tegaskan Pangan Anak Tak Boleh BermasalahKepala Dapur SPPG Cibeber 1 Ungkap Penyebab Insiden Menu MBG

“Untuk selama bulan Ramadan kita ada dua skema. Yang pertama menu basahan, tetap kami distribusikan kepada ibu menyusui dan ibu hamil. Kemudian ada keringan untuk anak-anak di sekolah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, variasi menu juga disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Bahkan, jika ada permintaan untuk penyediaan menu basahan untuk buka bersama, pihaknya siap melayani.

“Insyaallah kami siap memberikan pelayanan jika ada sekolah yang ingin buka bersama dengan bentuk basahan,” katanya.

0 Komentar