JABAR EKSPRES – Jumlah korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus bertambah. Hingga hari ke-20 operasi, 101 kantong jenazah berhasil dievakuasi dari sejumlah titik pencarian.
Operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih terus berlangsung meski status tanggap darurat yang sebelumnya ditetapkan pemerintah daerah telah resmi dicabut.
Tim SAR gabungan tetap melakukan penyisiran di sejumlah worksite yang telah dipetakan sejak awal kejadian.
Baca Juga:PA Kota Cimahi Bahas Kesejahteraan Yudisial dalam Diskusi Internasional BPHPI–FCFCOARayakan Imlek 2026 di Bandung, Ini Promo Dinner di Hotel Kota Bandung
Sar Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, mengatakan seluruh kantong jenazah yang ditemukan langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi.
“Sampai hari ke-20, total ada 101 kantong jenazah yang sudah kami evakuasi dari beberapa titik pencarian. Seluruhnya diserahkan ke tim DVI Polda Jabar untuk proses identifikasi,” ujar Ade Dian, Jumat (13/2/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 83 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi. Sementara sisanya masih dalam proses pemeriksaan lanjutan guna memastikan identitas korban secara akurat.
Ia menjelaskan, dari 83 korban yang telah teridentifikasi, 64 di antaranya merupakan warga setempat yang sebelumnya masuk dalam daftar 80 orang dilaporkan hilang oleh pemerintah desa dan Pemda KBB.
“Proses identifikasi masih berjalan. Data yang sudah cocok sebagian besar merupakan warga Desa Pasirlangu yang sebelumnya dilaporkan hilang,” katanya.
Meski telah memasuki masa transisi dari tanggap darurat menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, operasi pencarian tetap dilaksanakan dengan pola SAR terbatas. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan masih bersiaga di lokasi untuk menindaklanjuti apabila ditemukan indikasi keberadaan korban lainnya.
“Walaupun status tanggap darurat sudah berakhir, kami tetap melanjutkan pencarian. Jika ada informasi atau temuan baru di lapangan, tentu akan segera kami tindak lanjuti,” pungkas Ade Dian. (Wit)
