Tanggul Jebol, 310 Warga Terdampak: Pemkab Bandung Prioritaskan Mitigasi dan Normalisasi Sungai Cisunggalah

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat meninjau bencana banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat meninjau bencana banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah di Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jumat (13/2/2026). Foto Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung menempatkan mitigasi bencana sebagai prioritas utama pascajebolnya Sungai Cisunggalah yang memicu banjir bandang di RW 01 Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Bencana tersebut berdampak pada tiga RT dengan sekitar 310 warga terdampak.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, asesmen dan langkah pencegahan harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Kami turut berduka cita terhadap kejadian ini. Tentunya jangan sampai terulang kembali, maka asesmen ataupun mitigasi bencana ini perlu dilakukan,” ujarnya saat meninjau lokasi terdampak, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga:Meski Sulit, Tuntaskan di Bandung!Bojan Tak Menyerah! Persib Siap Balas Kekalahan di Leg Kedua

Selain mitigasi, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah penanganan struktural dengan mengembalikan fungsi sungai.

Dadang meminta pemerintah desa bersama kecamatan segera menggelar musyawarah desa (Musdes) guna mengembalikan lebar Sungai Cisunggalah ke ukuran semula.

“Solusinya adalah pertama, saya minta kepada Pak Kades bahwa Sungai Cisunggalah ini dikembalikan lebarnya kepada semula. Yang semulanya delapan meter, kita kembalikan delapan meter,” katanya.

Ia menjelaskan, upaya normalisasi akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah desa, kecamatan, serta Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS) agar aliran air kembali optimal dan risiko banjir dapat ditekan.

Dalam kunjungannya, Kang DS sapaan akrabnya juga mengungkapkan bahwa terdapat tujuh rumah mengalami kerusakan parah, sementara sejumlah rumah lainnya terdampak dalam kategori sedang dan ringan.

Pemerintah daerah akan memberikan bantuan rehabilitasi bagi delapan unit rumah yang rusak berat serta bantuan untuk rumah dengan kerusakan lainnya.

Selain itu, warga yang tinggal terlalu dekat dengan bantaran sungai akan dievakuasi sementara dan diberikan biaya kontrak rumah selama proses perbaikan berlangsung. Langkah ini dilakukan agar perbaikan dapat berjalan lancar sekaligus menjamin keselamatan warga.

Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu

Ia juga turut mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga fungsi aliran sungai. Ia juga meminta para kepala desa di wilayah lain untuk segera melakukan musyawarah apabila menemukan kondisi serupa.

“Bukan hanya Desa Bojong, tapi desa-desa lain kalau menemukan seperti ini kembali untuk Musdes, dimusyawarahkan sehingga dikembalikan lagi fungsi sungai sebagai aliran yang lebih efektif,” pungkasnya.

0 Komentar