JABAR EKSPRES – Di Indonesia, isu keberlanjutan kini telah berkembang menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda pembangunan nasional. Dalam konteks ini, kehadiran Vingroup sebagai konglomerasi swasta terbesar di Vietnam sekaligus induk usaha VinFast dan Vinhomes, menghadirkan paradigma pembangunan yang terintegrasi, konsisten secara struktural, dan berorientasi jangka panjang.
Mulai dari kendaraan listrik VinFast yang melaju di jalanan Hanoi hingga Jakarta, armada taksilistrik Green SM yang menjadi pelopor layanan transportasi berkelanjutan, pengembangan solusi energi terbarukan melalui VinEnergo, hingga perencanaan megakota berkonsep ESG++ oleh Vinhomes, Vingroup menunjukkan bahwa keberlanjutan hanya dapat memberikan dampak nyata ketika dijalankan sebagai satu ekosistem yang saling terhubung, bukan sebagai kumpulaninisiatif yang berdiri sendiri.
Membangun Keunggulan Kompetitif Melalui Ekosistem Perkotaan yang Terpadu
Berdasarkan kunjungan lapangan dan evaluasi menyeluruh di Vietnam, Direktur New7Wonderssekaligus Ketua inisiatif “7 Wonders of Future Cities”, Mr. Jean-Paul de la Fuente, menyampaikan pandangan yang cukup mencolok. Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan memberikan kesan yang jauh lebih kuat dibandingkan apa yang selama ini ia temui dalam laporan maupun publikasi tertulis.
Baca Juga:Novak Djokovic Mundur dari Qatar Open 2026 karena KelelahanTrump Optimistis Raih Kesepakatan Lebih Baik dengan Iran, AS Tingkatkan Tekanan Militer
Jean-Paul menilai bahwa diferensiasi utama Vingroup tidak semata terletak pada skala pengembangannya, melainkan pada arsitektur ekosistem yang dirancang secara sadar dan terintegrasi sejak tahap awal.
“Hal yang paling mengesankan bagi saya adalah integrasi yang mulus antara pilar-pilar utama kehidupan, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, perdagangan, hiburan, lapangan kerja, hingga layanan bagi usia lanjut. Di Vinhomes Green Paradise, seorang penghuni secara teoritis dapat menjalani seluruh siklus kehidupannya dalam satu lingkungan perkotaan yang terpadu.” ujarnya.
Secara global, banyak pengembangan kawasan perkotaan baru masih berfokus pada pembangunan hunian, dengan fungsi perkantoran dan ritel hadir sebagai pelengkap kebutuhan ekonomi.
Sementara itu, sektor pendidikan dan layanan kesehatan kerap bergantung pada sistem publik yang sudah ada, yang dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan kurangnya koordinasi dan ketidakseimbangan dalam ekosistem kota. Vingroup mengambil pendekatan yang berbeda. Alih-alih menerapkan pola “bangun terlebih dahulu, lengkapi kemudian”, grup ini merancang sebuah lingkungan hidup yang komprehensif sejak tahap awal pengembangan. Ditopang oleh kecepatan eksekusi yang jarang ditemui secara global, Vingroup menunjukkan kemampuannya untuk merancang, membangun, dan menghadirkan megakota berskala besar dengan struktur yang koheren serta efisiensi operasional yang tinggi.
