Pemandangan Kabel Semrawut di Kota Banjar Makin Memprihatinkan, Aktivis Desak Penertiban Segera

Pemandangan Kabel Semrawut di Kota Banjar Makin Memprihatinkan, Aktivis Desak Penertiban Segera
Sejumlah kabel internet di bawah kabel listrik terlihat berantakan di wilayah Alun-Alun Kota Banjar. Aktivis mendesak, agar Pemkot Banjar segera membenahi keberadaan kabel-kabel dan tiang internet yang mengganggu estetika kota dan keselamatan pengendara. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di sejumlah ruas jalan utama hingga ke pelosok gang permukiman di Kota Banjar, pemandangan kabel internet tak beraturan telah menjadi pemandangan lumrah. Namun, itu perlahan berubah menjadi kekhawatiran.

Ketua DPP Investigasi dan Mitigasi Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia Wilayah Kerja Kota Banjar, Indra Wahyudi, dengan tegas menyatakan bahwa kondisi jaringan kabel dan tiang internet di wilayahnya sudah memasuki fase darurat yang memerlukan pembenahan total.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui sambungan telepon kepada Jabar Ekspres pada Kamis (12/2/2026), Indra tidak hanya menyoroti aspek estetika, tetapi juga mengaitkannya dengan ancaman keselamatan warga.

Baca Juga:Warga Desak Pemkot Banjar Tertibkan Kabel Internet 'Spaghetti'Kabel Internet di Kota Banjar Semrawut, Satpol PP akan Tindak Tegas!

“Jelas kita ketahui bersama bahwa kabel-kabel dan tiang internet di Kota Banjar ini semerawut dan harus segera dibenahi. Tidak bisa ditunggu-tunggu lagi. Ini bukan hanya soal kota yang terlihat kumuh, tetapi juga soal nyawa manusia,” ujarnya.

Indra menjelaskan bahwa pembenahan tidak boleh setengah-setengah. Ia mengusulkan agar ke depan, kabel internet dilarang keras dipasang di atas permukaan tanah maupun menggunakan tiang penyangga konvensional.

Menurutnya, teknologi penanaman kabel bawah tanah bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus diadopsi oleh seluruh provider yang beroperasi di Kota Banjar.

“Kota-kota lain sudah mulai beralih ke kabel bawah tanah. Banjar tidak boleh tertinggal dan terus dibiarkan kusut seperti ini,” tegasnya.

Pernyataan Indra didasari temuan lapangan yang menunjukkan bahwa mayoritas pemilik jaringan internet di Kota Banjar tidak mengantongi izin yang sah.

Lebih ironisnya, sejumlah provider yang tercatat memiliki izin pun dinilai enggan berbenah. Mereka, kata Indra, masih memasang kabel dengan sembarangan, membiarkan gulungan kabel mati menumpuk di tiang yang sama tanpa pernah melakukan perawatan.

Hal ini menyebabkan masyarakat awam kebingungan saat terjadi gangguan atau insiden akibat kabel putus. Mereka tidak tahu harus mengadu ke pintu mana.

Baca Juga:Hindari Bencana, Dikdik S Nugharawan Janji Bakal Pindahkan Kabel Listrik dan Internet ke Bawah TanahPasang Tiang Kabel Internet, Tujuh Orang Tersengat Listrik

“Yang berizin juga banyak yang mengganggu. Di sinilah terjadi kebingungan di masyarakat kalau ada masalah. Harus mengadu ke siapa soal tiang miring, kabel melintang rendah, atau bahkan kabel yang sudah menyentuh tanah?” keluh Indra.

0 Komentar