JABAR EKSPRES – Detik-detik jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah di Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (12/2/2026) dini hari, meninggalkan kisah dramatis bagi warga.
Dua warga setempat, Kia Muhram (22) dan Ujang Rahmat (44), menceritakan perjuangan menyelamatkan keluarga saat banjir datang tiba-tiba dengan arus deras.
Kia Muhram menuturkan, banjir awalnya hanya setinggi sebetis di jalan depan rumah. Ia yang baru pulang sekitar pukul 23.00 WIB langsung mendapat kabar dari grup pertemanan dan bersama ibunya berusaha menyelamatkan peralatan bengkel.
Baca Juga:Tanggul Sungai Cisunggalah Jebol, 310 KK di Bojong Keusik Majalaya Terdampak BanjirPenurunan Muka Tanah di Kabupaten Bandung Dinilai Signifikan, Picu Banjir Dayeuhkolot
“Awalnya mah banjir di depan itu sebetis, belum jebol. Saya sama Mama langsung beres-beres nyelamatin peralatan,” ujarnya.
Namun situasi berubah cepat. Belum lima menit sejak mereka membereskan barang, terdengar suara keras tanggul jebol. Saat itu adiknya masih tertidur di dalam rumah. Kia pun bergegas masuk untuk menyelamatkan keluarganya.
“Belum sempat lima menit, langsung kedengaran jebol. Adik saya masih tidur pulas di dalam, saya langsung masuk buat nyelamatin,” katanya.
Ia mengaku sempat terbawa arus saat mengevakuasi adiknya. Ketinggian air di dalam rumah bahkan mencapai lehernya.
“Air di dalam seleher. Saya jalan bukan menginjak lantai, tapi lemari sama kulkas karena derasnya air,” ucapnya.
Dalam kepanikan, Kia juga mendengar kerabat ayahnya meminta tolong dan berhasil menyelamatkan pasangan tersebut meski arus di luar sangat deras. Ibunya mengalami luka cukup parah dan telah mendapat penanganan medis dari relawan.
Kisah serupa dialami Ujang Rahmat. Ia baru pulang kerja sekitar pukul 00.00 WIB saat banjir datang tiba-tiba. Saat tiba di rumah, ia mendapati istrinya telah terbawa arus.
Baca Juga:Banjir dan Longsor Landa Kabupaten Bandung, Ali Syakieb: Kami Terus MonitoringHujan Deras, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Bandung Terendam Banjir
“Saya pulang kerja jam 12 (malam), tahunya istri saya udah kebawa arus. Saya mau nyamperin malah saya juga kebawa arus,” ujarnya.
Ujang mengatakan, seluruh anggota keluarga yang berada di rumah sempat menyelamatkan diri dengan naik ke atas genteng. Ketinggian air disebut mencapai leher bahkan melewati kaca jendela rumah.
“Airnya seleher, lewat kaca. Semua naik ke atas genteng,” katanya.
