Ia menambahkan, rumahnya mengalami kerusakan parah dan hampir tidak ada barang yang bisa diselamatkan.
“Nggak ada yang tersisa, semua habis. Baju saja dapat dari warung depan,” ucapnya.
Saat ini, istrinya masih mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan dari tim medis. Menurut Ujang, hujan di wilayahnya sebenarnya tidak terlalu deras, namun diduga debit air besar datang dari wilayah hulu.
Baca Juga:Tanggul Sungai Cisunggalah Jebol, 310 KK di Bojong Keusik Majalaya Terdampak BanjirPenurunan Muka Tanah di Kabupaten Bandung Dinilai Signifikan, Picu Banjir Dayeuhkolot
Ia juga menyebut lebar sungai di wilayahnya semakin menyempit sehingga tidak mampu menahan volume air.
“Hujan di sini kecil, tapi dari hulu besar. Sungai makin kecil, jadi air langsung meluap,” katanya.
Kedua warga menyebut banjir datang sangat cepat sekitar tengah malam dan mulai surut sekitar pukul 02.00 WIB.
Meski air hanya bertahan sekitar satu hingga dua jam, dampaknya cukup besar terhadap rumah dan kehidupan warga.
Kini, warga Kampung Bojong Keusik masih berupaya membersihkan sisa lumpur dan memperbaiki rumah yang rusak. Mereka berharap penanganan tanggul segera dilakukan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
