BPBD Cimahi Ungkap Indeks Ketahanan Daerah Tertinggi Kedua di Jabar, Ini Penjelasannya

BPBD Cimahi Ungkap Indeks Ketahanan Daerah Tertinggi Kedua di Jabar, Ini Penjelasannya
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan. (Foto: Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi terus memperkuat upaya mitigasi bencana melalui pemetaan indikator ketahanan daerah, termasuk pemasangan jalur evakuasi di instansi vital, kementerian, lembaga, hingga sektor industri.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menjelaskan bahwa seluruh upaya tersebut telah memiliki ukuran yang terstandar dan dirumuskan secara sistematis. Data yang dikumpulkan kemudian dihitung untuk menghasilkan indikator dan skor ketahanan daerah.

Menurut Andy, sapaan akrabnya, hasil perhitungan ketahanan daerah Cimahi menunjukkan capaian yang cukup membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:Meski Dilanda 11 Bencana, BPBD Cimahi Tetap Kirim Tim Bantu Korban Longsor CisaruaBPBD Pastikan Kondisi Aman Pasca Gempa Magnitudo 3,0 di Timur Cimahi

“Ada semua ukurannya, kemudian diramukan, dirumuskan sehingga nanti ada indikator, ada keluaran skor yang menentukan berapa tingkatan Cimahi ketahanan daerahnya,” kata Andy saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (12/2/2026).

Ia menyebutkan, berdasarkan hasil penghitungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta untuk tahun ini, Kota Cimahi menempati posisi kedua ketahanan daerah se-Jawa Barat, tepat di bawah Cirebon.

“Nah di situ, yang itu tadi yang saya sebutkan, berapa jumlah dana dan sebagainya, yang sudah kita sentuh dihitung sehingga keluar skoring itu,” ujar Andy.

Ia mengungkapkan, nilai skor ketahanan daerah Cimahi berada di angka 0,78. Sementara Cirebon mencatat skor sedikit lebih tinggi.

“Cimahi memiliki nilai skoring sebesar 0,78 ketahanan daerahnya. Untuk Cirebon 0,79-0,80 kalau tidak salah,” imbuhnya.

Meski demikian, Andy mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam pemahaman masyarakat terhadap materi kebencanaan yang disampaikan melalui sosialisasi.

“Jadi di atas, tapi memang kita akui ya, bahwa ada ilmu akademiknya kurang kali dari 60 siswa, misalnya atau 50 siswa yang kita sampaikan, daya serap bermacam-macam dan lain sebagainya, sehingga memang harusnya bisa diukur lagi,” bebernya.

Baca Juga:Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Cimahi Perkuat Mitigasi dan Edukasi KebencanaanAncaman Bencana di Cimahi, BPBD Identifikasi 10 Wilayah Rawan

Sejak dua tahun terakhir, BPBD Cimahi secara rutin menggelar sosialisasi kebencanaan dengan metode pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan melalui pre-test dan post-test.

“Jadi, dari situ lebih bisa tampak bahwa dari 100 orang yang pre-test-nya 40 persen, setelahnya masih ada, sudah meningkat jadi 80 persen, tapi masih ada 20 persen yang masih belum, itu kan ya, jadi juga kita harus kita perhatikan yang 20 persen itu,” kata Andy.

0 Komentar