JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi turut mengambil peran dalam penanganan bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Meski wilayah tersebut berada di luar administratif Cimahi, lokasinya berbatasan langsung dan memiliki keterkaitan geografis.
Kepala Pelaksana BPBD Cimahi, Fithriandy Kurniawan menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa warga Cisarua. Ia berharap seluruh korban terdampak dapat segera pulih dan beraktivitas kembali seperti sediakala.
Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu
“Semoga semuanya dapat pulih kembali seperti semula secepatnya. Jadi kalau untuk dukungan ke Cisarua, KBB dalam bentuk tenaga, kami secara resmi memang, karena memang pada saat yang sama, Sabtu minggu itu kita juga lagi penanganan di sini,” ujarnya saat diwawancarai via telepon, Senin (9/2/26).
Fithriandy menjelaskan, pada waktu yang bersamaan Kota Cimahi juga tengah menghadapi sejumlah kejadian bencana. Tercatat ada 11 titik kejadian, terdiri dari sembilan genangan banjir serta dua insiden bangunan rubuh yang menyebabkan korban luka.
“Alhamdulillah tidak ada korban meninggal, sehingga kami pada saat itu mengirimkan tim atau utusan lah kalau tim karena bentuknya secara resmi dari BPBD cuma dua orang, tapi kami bersama dengan waktu itu berangkatnya tujuh orang personel,” tutur Fithriandy.
Dalam perkembangannya, jumlah personel BPBD Cimahi yang diterjunkan bertambah hingga total 15 orang selama masa operasi kurang lebih tiga hari. Seiring membaiknya kondisi dan kehadiran tim SAR dengan peralatan yang lebih lengkap, personel BPBD Cimahi secara bertahap ditarik kembali.
“Kami dengan pertimbangan-pertimbangan bahwa kami sendiri harus standby di daerah karena ada ancaman cuaca ekstrim, kemudian juga tenaga SAR dengan peralatan yang lebih lengkap sudah tiba di sana, sehingga masa operasi pada saat itu tiga hari dan kemudian kami secara bertahap balik ke kota Cimahi,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada penanganan darurat, BPBD Cimahi juga terus menguatkan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat lintas kelompok. Edukasi tersebut menyasar sekolah, komunitas, hingga unit sosial terkecil.
Menurut Fithriandy, BPBD Cimahi memiliki sejumlah program berbasis komunitas, mulai dari keluarga tangguh bencana, RT-RW tangguh bencana, hingga pendekatan ke kelompok lansia, penyandang disabilitas, dan pengurus rumah ibadah.
