BPBD Pastikan Kondisi Aman Pasca Gempa Magnitudo 3,0 di Timur Cimahi

Titik terjadinya guncangan gempa bumi tektonik hasil pantauan di Kota Bandung yang getarannya
Titik terjadinya guncangan gempa bumi tektonik hasil pantauan di Kota Bandung yang getarannya mencapai wilayah Kabupaten Sumedang/Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gempa bumi bermagnitudo 3,0 mengguncang wilayah timur Kota Cimahi, Jawa Barat, pada Jumat, 6 Februari 2026, pukul 13.45 WIB.

Meski pusat gempa tergolong dekat dengan kawasan perkotaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi memastikan tidak ada getaran yang dirasakan warga dan tidak ditemukan dampak lanjutan di seluruh wilayah kota.

Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tercatat berpusat di darat pada koordinat 6,87 Lintang Selatan dan 107,74 Bujur Timur, atau sekitar 20 kilometer di sebelah timur Kota Cimahi. Gempa terjadi pada kedalaman 13 kilometer dan dikategorikan sebagai gempa dangkal.

Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu

BMKG menjelaskan, kedalaman tersebut memungkinkan getaran dirasakan di sejumlah daerah sekitar episentrum. Beberapa wilayah di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang dilaporkan mengalami guncangan dengan intensitas II hingga III MMI.

Berdasarkan kajian BMKG, pusat gempa berada di kawasan Ciporeat, Kabupaten Bandung. Titik episenter tercatat pada koordinat 6,86 Lintang Selatan dan 107,74 Bujur Timur, dengan kedalaman sekitar 5 kilometer.

Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung dan Sumedang, seperti Jatinangor dan Cileunyi. Getaran juga terasa hingga Kabupaten Subang, tepatnya di Kasomalang dan Ciater, dengan intensitas berada pada skala II hingga III MMI.

Meski demikian, hingga kini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.

Koordinator Data dan Informasi Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Virga Librian, menjelaskan gempa dipicu oleh aktivitas Sesar Lembang pada Segmen Batu Lonceng.

“Betul (dari sesar Lembang) letaknya di ujung timur sesar, tepatnya section Batu Lonceng,” kata Virga saat dikonfirmasi, Jum’at (6/2/26).

Sesar Lembang sendiri diketahui memiliki panjang sekitar 29 kilometer, membentang dari wilayah Padalarang hingga kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung

Sementara itu, hingga pukul 14.03 WIB, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan atau aftershock pascagempa utama.

BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui berbagai media sosial,” imbuhnya.

Pada skala tersebut, getaran umumnya dirasakan oleh sebagian orang di dalam bangunan, terutama pada benda-benda ringan yang tergantung.

0 Komentar