Saat ditanya mengenai capaian akademik, Siti menyebut performa MRJ berada dalam kategori cukup baik.
“Baik, banyak temannya. Almarhum ini kan jurusan akuntansi kebetulan dia itu, tapi dengan jurusan-jurusan yang lain pun dia bergaul cukup baik gitu, banyak temannya,” bebernya.
Pihak sekolah juga tidak mencatat adanya perubahan perilaku signifikan sebelum kejadian. Pada hari Jum’at sebelum peristiwa, MRJ masih mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Baca Juga:Seorang Remaja Diduga Lompat dari Flyover Pasopati Bandung, Begini Kesaksian Saksi MataRemaja di Bandung Tewas, Diduga Lompat dari Flyover Pasopati
“Hari Senin, ananda (MRJ) tidak masuk gitu. Lalu wali kelas mengonfirmasi ke orang tua kenapa nggak masuk begitu. Nah, hari mengonfirmasi itu pada hari Selasa pagi, belum dibalas gitu, tahu-tahu ya kita mendapatkan informasi bahwa siswa kita meninggal dari orang tua, begitu,” terang Siti.
Terkait relasi keluarga, Siti menyampaikan bahwa berdasarkan pengetahuan pihak sekolah, hubungan almarhum dengan orang tuanya terbilang baik.
“Itu menurut informasi kami dari wali kelas, karena kan yang terakhir berhubungan dengan orang tuanya itu wali kelas gitu, bahkan bertemulah ketika pembagian raport gitu dan tidak ada masalah,” imbuhnya.
Menanggapi kekhawatiran terulangnya peristiwa serupa, Siti menegaskan sekolah telah melakukan sejumlah langkah preventif sejak insiden lain yang terjadi pada 2024.
“Kami selalu melakukan bimbingan konseling, lalu mengadakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih ke sosial gitu, seperti apa ya maksudnya, kemarin tuh kayak karakter building gitu,” kata Siti.
Ia menambahkan, pendekatan keagamaan dan penguatan karakter juga terus dilakukan melalui guru BK, wali kelas, serta kegiatan keagamaan rutin.
“Kami harus lebih mengenal karena ternyata siswa yang baik-baik saja terlihat di sekolah belum tentu baik kondisinya,” kata Siti.
Baca Juga:Di Balik Asap Produksi Rokok RAJ, Harapan Kerja dan Ekspansi dari CimahiDinas Pendidikan Kemukakan Perbedaan SPMB 2026 Cimahi Dibanding Tahun Sebelumnya
Sementara itu, Wali Kelas XII AKL 2, Listia Meiliana Sari menggambarkan MRJ sebagai siswa pendiam yang tidak pernah terlibat masalah.
“Hanya saja dalam dua hari ini dia tidak masuk sekolah. Waktu hari Senin saya tanyakan, ‘Anak-anak hari ini siapa yang enggak masuk?’ MRJ (almarhum) Bu, katanya enggak enak badan,” terang Listia.
Komunikasi dengan orang tua sempat dilakukan hingga Selasa pagi, sebelum akhirnya pihak keluarga mengabarkan kabar duka ke sekolah.
