Disdik Cimahi Dorong Anak Putus Sekolah Kembali Belajar Lewat PKBM dan Paket Kesetaraan

Disdik Cimahi Dorong Anak Putus Sekolah Kembali Belajar Lewat PKBM dan Paket Kesetaraan
Ilustrasi sejumlah siswa tengah belajar bersama guru di dalam kelas. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

Pandangan tersebut, kata Juli, menjadi tantangan tersendiri bagi Disdik Cimahi. Pemerintah perlu terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami pentingnya menuntaskan pendidikan hingga jenjang SMA atau sederajat.

“Nah itu teh suka jadi contoh, ah tidak perlu melanjutkan ke SMA juga dia bisa berhasil SMP, nah itu teh konotasi yang memang perlu ke masyarakat untuk di apa disosialisasikan supaya tamat aja sampai SMA gitu,” tuturnya.

Meski demikian, Disdik Cimahi tetap membuka ruang fleksibilitas bagi anak-anak yang harus bekerja sambil sekolah, salah satunya melalui PKBM.

Baca Juga:Polres Cimahi Temukan Jagung Tak Penuhi Standar Kadar Air dan Aflatoksin di Gudang Bulog Gede BageDi Balik Asap Produksi Rokok RAJ, Harapan Kerja dan Ekspansi dari Cimahi

“Walaupun bisa nanti sambil kerja pun bisa kan di PKBM gitu,” tambahnya.

Menjawab tantangan tersebut, Disdik Cimahi telah melakukan sejumlah langkah konkret, mulai dari pendataan hingga pendekatan langsung ke rumah anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah.

“Ya langkahnya seperti tadi, kita sudah mendata, sudah home visit lah kasarnya, ke masuk door to door seperti itu menanyakan kenapa tidak sekolah, sehingga kami punya data seperti itu gitu,” kata Juli.

Dari hasil pendataan itu, Disdik kemudian memberikan rekomendasi jalur pendidikan yang sesuai dengan kondisi masing-masing anak.

“Kan ya kita sarankan ke mereka semua yang kita temui untuk melanjutkan. Walaupun misalkan tadi, kalau misalnya dia tidak lulus di SMA, bisa Paket C gitu,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa lulusan Paket C memiliki hak yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Itu bisa tuntas Paket C. Paket C juga kalau lulus bisa kuliah itu. Jangan sampai ah nanti di Paket C tidak bisa kuliah, tidak. Paket C juga diakui kalau mau kuliah gitu. Termasuk yang apa, yang tidak mampu juga ada beberapa,” kata Juli.

Baca Juga:Dinas Pendidikan Kemukakan Perbedaan SPMB 2026 Cimahi Dibanding Tahun SebelumnyaLewat Laboratorium Inovasi Daerah, Pemkot Cimahi Gandeng Unjani untuk Perkuat Kebijakan Publik

Untuk membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu, Disdik Cimahi turut menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Nanti kita koordinasi dengan Baznas. Baznas untuk membiayainya, kalau-kalau misalkan untuk pakaian. Walaupun kalau di Paket itu gratis, jadi nggak perlu sekolah sama dengan negerilah gitu kalau yang itu,” ungkapnya.

Juli menambahkan, keunggulan pendidikan kesetaraan terletak pada fleksibilitas waktu belajar yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

0 Komentar