JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menargetkan pengurangan signifikan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Dari total timbulan harian yang mencapai 233 hingga 250 ton, Pemkot berambisi agar seluruh sampah tersebut ke depan dapat dikelola secara mandiri di dalam wilayah kota.
Langkah ini menjadi semakin mendesak menyusul pembatasan kuota pembuangan sampah ke TPA Sarimukti yang diberlakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga:TPST Utama Cimahi Selatan Resmi Beroperasi, Targetkan Sampah Tak Lagi Dibuang ke TPABegini Tanggapan DLH Cimahi Soal Keluhan ISPA Warga Leuwigajah Akibat Pembakaran Sampah
Pembatasan tersebut memaksa daerah-daerah penyangga Bandung Raya, termasuk Cimahi, untuk segera beradaptasi dengan sistem pengelolaan sampah berbasis lokal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menjelaskan bahwa salah satu upaya konkret yang tengah dijalankan adalah pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Utama.
Fasilitas ini memanfaatkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dan mampu mengolah sekitar 10 hingga 15 ton sampah per hari.
“Ini gudang pabrik yang nganggur tiga tahun kami sewa. Di sini sudah lengkap dengan gardu listrik, ada IPAL dan air sehingga memenuhi untuk mengelola sampah. Kapasitasnya 10-15 ton untuk menampung sampah di wilayah Utama,” jelas Chanifah usai meninjau TPST Utama, Selasa (10/2/2026).
Chanifah menyebut, keberadaan TPST tersebut merupakan bagian dari ikhtiar jangka panjang untuk mewujudkan kebijakan zero sampah ke TPA Sarimukti.
Dari total produksi sampah harian yang dihasilkan oleh sekitar 584 ribu penduduk Kota Cimahi, saat ini baru sekitar 49 persen yang mampu dikelola secara mandiri.
Selain TPST Utama, Pemkot Cimahi juga menggantungkan harapan pada TPST Santiong yang berlokasi di Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.
Baca Juga:Hadapi Krisis Sampah dan Iklim, DLH Cimahi Tetapkan Empat Fokus Strategis LingkunganInsinerator Dilarang, DLH Cimahi Tekan Sampah Harian Lewat RDF dan TPST 3R
Fasilitas ini tengah menjalani perbaikan dan peningkatan kapasitas melalui program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP) yang didanai APBN dengan dukungan Bank Dunia.
“Awalnya 50 ton kapasitas pengolahannya, nanti setelah diperbaharui bisa 80-85 ton per hari kapasitasnya. Kalau sekarang operasional belum optimal, baru 5-10 ton aja,” ujar Chanifah.
Ia menegaskan, teknologi dan infrastruktur semata tidak akan cukup tanpa perubahan perilaku masyarakat. Pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi faktor krusial agar beban pengolahan di TPST dapat ditekan.
