Stok Kebutuhan Pokok Aman Jelang Ramadan, Harga di Pasar Kabupaten Bandung Relatif Stabil

Kepala Disperdagin Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah saat ditemui di kantornya, Senin (9/2/2026)
Kepala Disperdagin Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah saat ditemui di kantornya, Senin (9/2/2026) Foto Agni Ilman Darmawan/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung memastikan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Ramadan dalam kondisi aman.

Pemantauan harga dan stok telah dilakukan di sembilan pasar yang dikelola pemerintah daerah guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat.

Kepala Disperdagin Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, mengatakan pihaknya telah memonitor sedikitnya 14 komoditas utama, di antaranya beras premium dan medium, bawang merah, bawang putih, cabai, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, minyak goreng, serta tepung terigu.

Menurutnya, seluruh komoditas tersebut dipastikan cukup hingga Idulfitri.

Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu

“Kami dari Disperdagin menjelang bulan suci Ramadan sudah melakukan pemantauan di beberapa pasar yang dikelola pemerintah daerah, total ada sembilan pasar. Untuk stok dari awal Ramadan sampai dengan Idulfitri dipastikan aman, tidak ada kelangkaan maupun kekurangan,” ujar Dicky, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif stabil, meski beberapa komoditas mengalami fluktuasi. Rata-rata harga beras medium saat ini berada di kisaran Rp13.200 per kilogram dan tidak mengalami kenaikan dalam satu minggu terakhir.

Untuk komoditas minyak goreng subsidi “Minyak Kita”, harga sempat melonjak hingga Rp17.000 per liter akibat keterbatasan pasokan. Namun kini Disperdagin bekerja sama dengan BUMN ID Food untuk memperpendek rantai distribusi.

“Pedagang bisa memperoleh minyak sekitar Rp14.000 sehingga dapat menjual sesuai HET Rp15.700. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi lonjakan harga,” katanya.

Dicky juga mengungkapkan tingginya permintaan telur ayam di pasar tradisional. Menurutnya, telur cepat habis setiap kali distribusi karena selain masyarakat, banyak pelaku usaha kuliner yang membeli dalam jumlah besar.

Meski demikian, harga telur ayam ras saat ini stabil di angka Rp28.000 per kilogram setelah sempat menyentuh Rp30.000 saat periode Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, harga daging ayam ras tercatat stabil di kisaran Rp36.000 per kilogram dalam sepekan terakhir.

Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung

“Tidak ada lonjakan harga di pasar-pasar Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Meski kondisi saat ini cenderung landai, Disperdagin tetap mewaspadai potensi kenaikan harga mendadak menjelang Ramadan.

0 Komentar