Dicky menilai lonjakan bisa dipicu oleh peningkatan permintaan, distribusi yang kurang lancar, hingga ulah oknum pedagang. Karena itu, pihaknya akan terus memantau pasar bersama Satgas Pangan.
Selain pengawasan harga, Disperdagin juga bekerja sama dengan BPOM, Dispakan, serta aparat kepolisian untuk menjaga keamanan pangan, termasuk mencegah penggunaan bahan berbahaya dan praktik penimbunan barang.
Untuk membantu masyarakat, Disperdagin menyiapkan operasi pasar murah bersubsidi sekitar 5.000 paket yang akan digelar selama Ramadan melalui bazar di sejumlah kecamatan.
Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu
Paket tersebut rencananya berisi empat komoditas utama, yakni beras, minyak goreng, tepung terigu, dan gula pasir, bekerja sama dengan Bulog.
“Volumenya memang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, tapi operasi pasar murah tetap ada. Masyarakat nantinya bisa menebus paket dengan harga lebih murah karena ada subsidi,” kata Dicky.
Ia menambahkan, harga paket tebus murah masih dalam tahap koordinasi dengan Bulog. Selain itu, Disperdagin juga berencana menggelar pasar murah di sejumlah wilayah guna menjaga stabilitas harga selama Ramadan.
Meski stok dipastikan aman, Dicky mengingatkan harga dapat berubah sewaktu-waktu, terutama dua hari menjelang puasa.
“Kalau stok aman sampai Idulfitri satu sama. Tapi harga kadang bisa naik karena permintaan meningkat atau faktor distribusi. Nanti kita pantau bersama Satgas Pangan,” pungkasnya.
