JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan aktivitas belajar mengajar sekolah di Kecamatan Cisarua kembali berjalan normal mulai Senin, 9 Februari 2026, menyusul dicabutnya status tanggap darurat bencana longsor di Desa Pasirlangu.
Kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah tersebut sebelumnya sempat terganggu akibat bencana longsor yang terjadi di Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda.
Diketahui, selama hampir dua pekan pascabencana, para siswa terpaksa mengikuti pembelajaran secara daring karena gedung sekolah digunakan sebagai posko pengungsian warga terdampak, sekaligus lokasi dapur umum dan layanan kesehatan darurat.
Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu
“Dengan dikosongkannya area sekolah dari posko pengungsian, sekolah kini dapat kembali difungsikan sepenuhnya untuk kegiatan pendidikan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir di Ngamprah.
Ade mengatakan pemerintah daerah telah menghentikan seluruh aktivitas kebencanaan di lingkungan sekolah seiring berakhirnya masa tanggap darurat.
“Untuk sarana pendidikan, ada empat sekolah yang sebelumnya digunakan sebagai posko kebencanaan, terdiri dari tiga sekolah negeri dan satu sekolah swasta. Seluruhnya sudah kami identifikasi dan kini dikembalikan fungsinya untuk kegiatan belajar mengajar,” katanya.
Ia menjelaskan, masa tanggap darurat bencana longsor di Desa Pasirlangu resmi berakhir pada Jumat, 6 Februari 2026. Sejak akhir pekan, posko pengungsian, dapur umum, dan layanan kesehatan darurat yang beroperasi di lingkungan sekolah telah dipindahkan ke lokasi lain.
“Begitu status tanggap darurat dicabut, Sabtu dan Minggu seluruh posko sudah keluar dari area sekolah. Waktu tersebut dimanfaatkan pihak sekolah untuk melakukan penataan ulang ruang kelas dan lingkungan sekolah sebelum KBM tatap muka kembali dimulai,” katanya.
Ade menuturkan, Pemkab Bandung Barat terus berkoordinasi dengan pihak sekolah serta dinas terkait guna memastikan proses transisi dari pembelajaran daring ke tatap muka berjalan lancar, aman, dan kondusif bagi para siswa.
Menurutnya, pemulihan aktivitas pendidikan menjadi bagian penting dari upaya normalisasi kehidupan masyarakat pascabencana. Pemerintah daerah berharap kembalinya KBM tatap muka dapat mengembalikan semangat belajar siswa yang sempat terganggu.
Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung
“Kami ingin memastikan anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman, aman, dan dalam suasana yang mendukung proses pendidikan,” ucap Ade Zakir.
