JABAR EKSPRES – 18 tahun sudah, tragedi yang terjadi di Gedung Asia Africa Cultural Center (AACC) pada 9 Februari 2008 kini telah berlalu. Namun tragedi yang kerap disebut Sabtu Kelabu tersebut, masih memberi bekas mendalam khususnya bagi para pencinta musik ekstrem di Kota Bandung.
11 korban jiwa dinyatakan melayang, dalam sebuah peluncuran album perdana bertajuk “Against Ourselves” dari salah satu band beraliran metal asal Kota Bandung BESIDE.
BESIDE pada saat itu, tengah menggebrak adrenalin para pecinta musik ekstrem lewat peluncuran album perdananya.
Baca Juga:Barisan Belakang Persib Bandung Harus Waspada, Ini Pemain Tajam Milik Ratchaburi FCHPN 2026, Pers Dinilai Berperan Penting Mengawal Pembangunan Bandung Barat
“Kalau flashback kebelakang, BESIDE pada saat itu memang mau launching album pertama, dan memang ada beberapa alternatif tempat untuk dilakukan show salah satunya gedung AACC,” ucap salah satu personel BESIDE, Bebi, saat dihubungi, Senin (9/2).
Menurut Bebi, pemilihan gedung AACC digunakan sebagai tempat peluncuran album perdana BESIDE, bukan tanpa alasan.
Awalnya menurut Bebi, peluncuran album pertama BESIDE tersebut akan digelar di salah satu tempat yakni Dago Tea House.
“Namun setelah kami melihat, posisinya kurang representatif untuk dilakukan show. Akhirnya kita ke gedung AACC, karena waktu itu jadi alternatif tempat selain Dago Tea House, dan sebelumnya juga sempat dipakai oleh temen-temen Seringai dan anak-anak dari Sarijadi untuk launching album,” ucapnya.
Saat Tragedi Terjadi
Usai menentukan pilihannya terhadap Gedung AACC, saat itu kata Bebi, BESIDE langsung melakukan beberapa persiapan dalam melakukan peluncuran album perdananya.
Salah satu persiapan yang dilakukannya, yakni menjual tiket secara terbatas kepada penonton.
“Tapi diluar dugaan, karena padaa saat itu kita tidak menjual titik-titik tiket, dan hanya on the spot saja, karana pada saat itu melihat BESIDE ini siapa sih, dan enggak akan mungkin banyak yang datang (saat launching album),” ungkapnya.
Baca Juga:PAD Parkir Tak Pernah Sentuh Realisasi Tahunan, Cermin Tata Kelola dan Sistem Penerimaan Pemkot Bandung LemahPastikan Dana Bantuan Longsor Pasirlangu Tak Tumpang Tindih, Pemkab Bandung Barat: Nanti Kami Publikasikan
Namun hal tersebut diluar dugaan, Bebi mengatakan, penonton membludak hingga memenuhi setiap area pertunjukan di gedung AACC.
“Bahkan kita mau masuk ke ruang pertunjukan juga susah karena memang kita tidak berpikir bahwa ini akan sepenuh ini. Akhirnya kita pun berencana yang posisinya pada saat itu kita akan launching itu agak maleman dikit, namun karena melihat penonton di luar udah banyak sekali, akhirnya kita harus cepat-cepat launching, dan akhirnya enggak jauh dari magrib, kita pun show,” ucapnya.
