Kilas Balik Tragedi AACC 2008, Konser Musik yang Merenggut 11 Korban Jiwa di Bandung

Kilas Balik Tragedi AACC 2008, Konser Musik yang Merenggut 11 Korban Jiwa di Bandung
Warga berjalan di depan Gedung De Majestic, Jalan Braga, Kota Bandung, Senin (9/2). Gedung yang kerap difungsikan untuk aktivitas seni dan budaya tersebut,pada 9 Februari 2008, terjadi insiden yang dikenal sebagai Sabtu Kelabu yang menewaskan 11 orang remaja penonton konser musik. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Saat show, Bebi tidak memikirkan hal apa yang akan terjadi kedepannya usai pertunjukan tersebut berlangsung.

“Katanya kita pertunjukan cuma 1 jam setengah, dan ternyata di luar dugaan itu (tragedi 11 penonton meninggal dunia) terjadi,” ungkapnya.

Usai tragedi tersebut terjadi, Bebi menyebut, akan terjadi sesuatu yang berat bagi para band yang beraliran musik ektrem. Banyak band yang akan dijadikan kambing hitam usai tragedi tersebut terjadi.

Baca Juga:Barisan Belakang Persib Bandung Harus Waspada, Ini Pemain Tajam Milik Ratchaburi FCHPN 2026, Pers Dinilai Berperan Penting Mengawal Pembangunan Bandung Barat

“Sehingga kita harus segera menarik kesimpulan setelah adanya kejadian ini karena pasti akan terjadi sesuatu dan banyak band yang dikambing hitamkan dari kejadian ini,” ungkapnya.

Bebi menuturkan, tragedi AACC atau Sabtu Kelabu 2008 tersebut telah menjadi pukulan berat secara pribadi khususnya BESIDE.

“Saya melihatnya ini adalah pukulan buat saya secara pribadi dan band. Sehingga Setiap tanggal 9 Februari kita selalu memperingati kejadian ini, dan kita juga selalu melakukan doa bersama untuk para korban,” pungkasnya.(San).

0 Komentar