Kementan Siaga Jelang Ramadhan, Jaga Kesehatan Ternak Demi Pasokan Pangan Aman

Kementan Siaga Jelang Ramadhan, Jaga Kesehatan Ternak Demi Pasokan Pangan Aman
Ilustrasi sapi ternak aman jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan kewaspadaan nasional jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H untuk memastikan pasokan pangan asal ternak tetap aman, sehat, dan stabil.

Upaya ini dilakukan melalui penguatan pengendalian penyakit hewan ternak, seiring meningkatnya lalu lintas dan permintaan ternak pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan pemerintah memperkuat koordinasi lintas wilayah serta deteksi dini guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular strategis (PHMS) yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan.

Baca Juga:Di Tengah Tantangan Global, Industri Pengolahan Jadi Tulang Punggung Perekonomian Indonesia di 2025Bangkitkan Ekonomi, Pemerintah Siapkan Anggaran 6 Miliar Dollar untuk Industri Padat Karya 

“Kami memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi penyakit hewan menular strategis atau PHMS melalui koordinasi lintas wilayah dan penguatan deteksi dini, khususnya menjelang meningkatnya lalu lintas ternak pada Hari Besar Keagamaan Nasional Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Agung, dikutip dari ANTARA, Senin (9/2/2026).

Ia mengatakan, langkah tersebut penting untuk mencegah kerugian ekonomi sekaligus menjaga ketersediaan pangan asal ternak tetap aman dan stabil bagi masyarakat.

Selain itu, Agung menegaskan, pengalaman kejadian penyakit hewan sebelumnya menjadi pelajaran penting agar pengendalian dilakukan secara terencana, terpadu dan berbasis kewaspadaan.

“Pencegahan harus menjadi focus utama. Jika ada kasus, harus cepat ditemukan dan segera dikendalikan agar tidak meluas,” ujar Agung.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan langkah konkret pada tahun 2026 melalui alokasi vaksin, obat, dan sarana pendukung pengendalian penyakit, termasuk vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Meskipun begitu, ia menekankan keberhasilan pengendalian tidak hanya bergantung pada besaran anggaran, melainkan pada kedisiplinan pelaksanaan di lapangan, terutama vaksinasi dan penerapan biosekuriti oleh seluruh pihak.

Perhatian Komisi IV DPR RI terhadap isu PHMS, lanjut Agung, menunjukkan pentingnya kesehatan hewan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Baca Juga:Wamenaker Tekankan Budaya K3 sebagai Kunci Wujudkan Pekerjaan LayakOJK Soroti Risiko Digital dan Kripto, Perkuat Pengawasan Perbankan di Tengah Transformasi Global

Hal itu terlihat dari kunjungan kerja Ketua dan Anggota Komisi IV DPR RI ke Balai Besar Veteriner Wates yang secara khusus membahas pengendalian PHMS, dengan PMK sebagai salah satu fokus utama.

“Alhamdulillah, respons Ketua dan Anggota Komisi IV DPR RI sangat luar biasa dan siap mendukung anggaran yang dibutuhkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk pengendalian PHMS,” ungkapnya.

0 Komentar