Iran Tegaskan Akan Serang Basis Militer AS di Teluk Persia Jika Diserang

Iran Tegaskan Akan Serang Basis Militer AS di Teluk Persia Jika Diserang
Pemandangan salah satu sudut Kota Teheran, Iran, Jumat (30/1/2026). (SUMBER FOTO: ANTARA/Xinhua/aa.)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran akan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia apabila Washington melancarkan serangan. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Forum Al Jazeera pada Sabtu.

Araghchi menyebutkan bahwa Iran tidak memiliki opsi untuk menyerang wilayah daratan Amerika Serikat. Namun, sebagai respons, Teheran siap menyerang fasilitas militer AS yang berada di kawasan regional.

“Jika Washington menyerang kami, tidak ada kemungkinan untuk menyerang wilayah AS, tetapi kami akan menyerang pangkalan-pangkalan mereka di kawasan ini,” ujarnya.

Baca Juga:Lewat Safari Psikologi, DWP Diskominfo Tekankan Pentingnya Peran Orang Tua di Era GadgetHasil Perundingan Nuklir AS–Iran Dinilai Sulit Diprediksi

Ia menekankan bahwa langkah tersebut tidak dimaksudkan sebagai serangan terhadap negara-negara tetangga.

Selain itu, Araghchi juga menyinggung perundingan lanjutan antara Iran dan Amerika Serikat terkait isu nuklir yang berakhir pada Jumat (7/2) di Oman. Pembicaraan tersebut berlangsung setelah ketegangan selama beberapa pekan, menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump yang membuka kemungkinan aksi militer terhadap Iran.

Menurut Araghchi, jadwal putaran kedua perundingan nuklir belum ditetapkan. Meski demikian, kedua pihak sepakat bahwa dialog lanjutan perlu segera dilakukan.

Dalam kesempatan itu, Araghchi juga menegaskan Iran tidak akan mengekspor uranium yang telah diperkaya ke luar negeri. Ia mengatakan tingkat pengayaan uranium disesuaikan dengan kebutuhan nasional dan seluruh hasil pengayaan akan tetap berada di dalam negeri.

“Tingkat pengayaan bergantung pada kebutuhan Iran, dan uranium yang diperkaya tidak akan meninggalkan negara ini,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa Iran tidak akan membuka pembahasan mengenai program misilnya, baik saat ini maupun di masa depan, karena hal tersebut dianggap sebagai bagian dari kepentingan pertahanan negara.*

0 Komentar