JABAR EKSPRES – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap petunjuk teknis (juknis) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam pengelolaan pembiayaan pendidikan, termasuk yang menyangkut kesejahteraan guru honorer.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Disdik Kota Cimahi, Nana Suyatna, saat memberikan pembinaan kepada para kepala sekolah negeri. Ia menyebut juknis BOS harus menjadi rujukan utama agar penggunaan anggaran tidak melenceng dari ketentuan yang berlaku.
“Kami mendorong para kepala sekolah agar benar-benar memedomani juknis BOS dalam setiap penggunaan anggaran,” ujar Nana saat dihubungi via telepon, Jum’at (6/2/26).
Baca Juga:Makin 'Pedas'! Harga Cabai di Pasar Ujung Berung Bandung Jadi Rp90 Ribu per KilogramMasjid Raya Al Jabbar, Ikon Megah Perpaduan Ibadah, Edukasi, dan Wisata Religi di Bandung
Selain aspek kepatuhan administrasi, Nana menekankan bahwa pengelolaan dana BOS juga perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing sekolah.
Hal ini penting, terutama dalam mendukung kesejahteraan tenaga pendidik non-ASN yang selama ini masih bergantung pada kebijakan sekolah.
Saat ini, lanjut Nana, Disdik Cimahi masih menghimpun serta memverifikasi data kesejahteraan guru honorer dari seluruh sekolah negeri. Data tersebut baru diterima dari kepala sekolah pada pekan lalu dan masih diproses di tingkat bidang terkait.
Meski masih dalam tahap pengolahan, Nana memastikan keberadaan guru honorer tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satu yang tengah dibahas adalah rencana pemberian tambahan kesejahteraan, meski skemanya belum diputuskan.
“Kami juga harus menghitung kemampuan BOS tiap sekolah, termasuk pengaturan jam mengajar agar guru honorer tetap berpeluang mendapatkan sertifikasi,” kata Nana menutup. (Mong)
