Rayakan 3 Tahun Perjalanan, Grey Art Gallery Perluas Ekosistem Lewat GREY Hair and Nail Artistry dan GREY CUBE

Rayakan 3 Tahun Perjalanan, Grey Art Gallery Perluas Ekosistem Lewat GREY Hair and Nail Artistry dan GREY CUBE
Rayakan 3 Tahun Perjalanan, Grey Art Gallery Perluas Ekosistem Lewat GREY Hair and Nail Artistry dan GREY CUBE
0 Komentar

Pembukaan GREY Hair and Nail Artistry menjadi bagian dari langkah strategis Grey Art Gallery dalam memperluas perannya sebagai penggerak ekosistem seni rupa kontemporer di Bandung. Di momen ulang tahun ke-3 ini, Grey juga memperkenalkan GREY CUBE serta kembali menggelar Grey Award 2026.

Sebagai sebuah ekosistem, GREY tidak dibangun untuk menghadirkan satu representasi tunggal seni rupa. Setiap ruang dan program dirancang berlapis, saling terhubung, dan memiliki orientasi berbeda, namun tetap berada dalam satu visi pengembangan yang berkelanjutan.

GREY CUBE, Simpul Kuratorial Baru

GREY CUBE hadir sebagai simpul baru dalam ekosistem Grey Art Gallery yang berlokasi di Jl. Dago No. 169 Lantai 3, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Ruang ini memperkuat ekosistem yang telah ada melalui fokus kuratorial yang lebih terarah, tanpa memutus kesinambungan dengan ruang-ruang Grey lainnya.

Baca Juga:Hari ke-11 Pencarian, 67 Jenazah Korban Longsor Pasirlangu TeridentifikasiLangkah Tua Emak Eti, Rezeki dari Gorengan

Pada edisi pembukaannya, GREY CUBE menampilkan karya Aryo Saloko, Eldwin Pradipta, Heri Dono, Ikie Morphacio, Joko Avianto, Mujahidin Nurrahman, RE Hartanto, dan Toni Antonius. Para seniman dipertemukan tanpa upaya penyamaan gaya, sehingga masing-masing karya dapat hadir dengan karakter dan kekuatannya sendiri.

Peresmian GREY CUBE turut dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung. Kabid Ekraf Disbudpar, Faisal Tachir, menyebut kehadiran GREY CUBE berpotensi menjadi tolak ukur baru subsektor seni rupa di Bandung.

“Mudah-mudahan ini menjadi pemicu bagi kita semua untuk aktif mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif, khususnya seni rupa yang diwadahi oleh galeri seni di Kota Bandung,” ucap Faisal.

Grey Award 2026 Angkat Monokrom sebagai Sikap Artistik

Komitmen Grey dalam penguatan ekosistem seni juga diwujudkan melalui Grey Award 2026, yang memasuki edisi ke-2. Mengusung tema “Monochrome as Manifesto”, monokrom diposisikan bukan sekadar pendekatan visual, melainkan sikap konseptual dan kuratorial.

General Manager Grey Art Gallery, Angga A. Atmadilaga, menjelaskan bahwa pembatasan pada spektrum hitam–putih justru menjadi medan eksplorasi yang menuntut ketajaman berpikir dan artikulasi visual.

“Kerangka karya dibatasi pada monokromatik hitam–putih—spektrum hitam, putih, dan gradasi abu-abu—sebagai pilihan artistik dan sikap kuratorial. Pembatasan ini tidak dimaksudkan sebagai pengekangan, melainkan sebagai medan yang menuntut ketajaman berpikir, ketegasan artikulasi visual, serta kepekaan terhadap struktur visual, cahaya, bayangan, tekstur, dan materialitas karya,” ujarnya.

0 Komentar