Menteri PKP Optimis Jalankan Program Perumahan, Sebut Kepercayaan Publik Jadi Modal Utama

Menteri PKP Optimis Jalankan Program Perumahan, Sebut Kepercayaan Publik Jadi Modal Utama
Ilustrasi pembangunan program perumahan nasional. Foto: ANTARA
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengaku optimis dalam menjalankan program perumahan nasional.

Melalui keterangan resminya di Jakarta, Minggu, Menteri yang akrab disapa Ara tersebut menyebut bahwa, modal utama untuk menjalankan program perumahan nasional adalah integritas, kolaborasi dan kepercayaan publik terhadap pihaknya.

“Kita tidak sedang mencari superman. Yang kita bangun adalah superteam. Program perumahan ini terlalu besar jika dikerjakan sendiri-sendiri, harus dikerjakan bersama, cepat, dan solid,” ujarnya, dikutip Senin (2/2/2026).

Baca Juga:Dalih Proyek Perumahan, Penggalian Pasir Griya Pasundan Padalarang DisegelKementerian PKP Catat KUR Perumahan Capai Rp3,5 Triliun, Jabar Salah Satu Debitur Terbanyak

Ia mengaku optimis terutama dengan dukungan penuh yang didapat oleh pihaknya, baik dari Satgas Perumahan, DPR RI, hingga Presiden RI Prabowo Subianto.

Hal itu, kata dia, terbukti dari peningkatan alokasi anggaran yang hampir mencapai 100 persen, dari sekitar Rp5 triliun di tahun sebelumnya menjadi Rp10 triliun.

Menurutnya, itu menjadi bukti kepercayaan pemerintah terhadap Kementerian PKP. “Kepercayaan sebesar ini harus kita jaga. Kita harus bekerja cepat, bekerja bersih, dan bekerja dengan terobosan untuk kepentingan rakyat,” paparnya.

Kemudian, guna menjaga kepercayaan publik terhadap pihaknya, Menteri Ara memastikan tidak akan tebang pilih untuk mengadili jika ditemukan tindak korupsi dalam program perumahan tersebut.

“Korupsi adalah pengkhianatan terhadap rakyat. Di Kementerian PKP, tidak ada tebang pilih. Siapa pun yang melanggar akan kami tindak tegas,” katanya.

Itu, kata dia, mengingat pemerintah telah menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit untuk menyokong program hunian layak bagi masyarakat tersebut.

Besarnya anggaran dan program strategis di sektor perumahan menuntut kepemimpinan yang memberi teladan, sistem pengendalian internal yang kuat, serta budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas agar tidak membuka ruang penyimpangan.

Baca Juga:Sinergi Kementerian PKP dan UMKM Diklaim Perkuat Rantai Pasok Perumahan, Benarkah?Manfaat KUR Perumahan Mulai Dirasakan UMKM, Benarkah?

Kementerian PKP berharap seluruh pejabat mampu menjadi teladan integritas, memperkuat kerja kolektif sebagai satu superteam, serta menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Indonesia.

Sebagai informasi, Kepala Staf Kepresidenan (Kastaf) Muhammad Qodari mengapresiasi capaian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang berhasil melampaui target pembangunan perumahan sebagaimana tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

0 Komentar