“Kita akan bahas secara menyeluruh, bukan hanya saat pembangunan, tapi juga setelah BRT beroperasi,” ungkap Rasdian.
Sebagai dukungan tambahan, pengaturan lalu lintas juga akan diperkuat dengan penerapan Intelligent Traffic System (ITS) berbasis kecerdasan buatan pada sejumlah persimpangan.
“Lampu lalu lintas berbasis AI ini sudah diuji coba sejak tahun lalu. Sistemnya bisa menyesuaikan durasi lampu hijau secara otomatis saat antrean kendaraan memanjang,” jelasnya.
Baca Juga:BRT Bandung Raya Disorot, Nasib Angkot dan Sopir Jadi Perhatian Utama40 Persen PKL Cicadas Tolak Relokasi Proyek BRT Bandung
Rasdian optimistis, kombinasi rekayasa lalu lintas, penempatan petugas, dan pemanfaatan teknologi akan membantu menekan tingkat kemacetan selama proses pembangunan BRT berlangsung. (Dam)
