JABAR EKSPRES – Sektor pendidikan kembali menjadi prioritas utama dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kecamatan Babakan Madang untuk perencanaan tahun 2027.
Dari total 140 kegiatan yang diusulkan oleh sembilan desa, UPT, dan unsur terkait lainnya, sektor pendidikan menempati urutan pertama dengan nilai anggaran paling besar.
Musrenbang yang digelar di Aula Kecamatan Babakan Madang, Kamis (29/1/2026), mencatat total usulan anggaran mencapai Rp24.057.200.000. Dari jumlah tersebut, sektor pendidikan menyerap anggaran sebesar Rp17.496.290.750, atau lebih dari separuh total usulan.
Baca Juga:ibis Bandung Pasteur Hadirkan “Ririungan Ramadhan”, Buka Puasa All You Can Eat dengan Live MusicAwal 2026, BULOG Kancab Bandung Gencarkan Penyerapan GKP di Sentra Produksi Padi Sumedang
Posisi kedua ditempati sektor kesehatan dengan nilai anggaran Rp3.000.000.000, disusul sektor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang di urutan ketiga dengan alokasi Rp1.975.600.000. Sisa anggaran dialokasikan untuk sektor lain sesuai kebutuhan wilayah.
Meski sembilan anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) I tidak hadir, pelaksanaan Musrenbang tetap berjalan sesuai agenda dan berlangsung kondusif.
Kepala Bidang PSDA Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Bogor, Rahmi Karmelia, mengatakan Musrenbang ini menjadi tahapan awal pemetaan pembangunan Kabupaten Bogor untuk tahun anggaran 2027.
“Ada lima sektor utama yang menjadi fokus usulan masyarakat. Namun memang didominasi sektor pendidikan, kesehatan, Pekerjaan Umum, perhubungan, dan lingkungan hidup,” ujarnya.
Rahmi menegaskan, dari kelima sektor tersebut, pendidikan menjadi sektor dengan nilai usulan anggaran tertinggi.
“Pendidikan, kesehatan, PU, kemudian Dishub, ada lima sektor. Memang yang paling tinggi untuk usulan anggaran ada di sektor pendidikan,” katanya.
Ia menjelaskan, fokus usulan pendidikan pada perencanaan 2027 tidak lagi menitikberatkan pada pembangunan gedung baru, melainkan pada pemenuhan sarana dan prasarana penunjang yang mendesak.
Baca Juga:Brother Chang Dibuka di Bandung, Perpaduan Cita Rasa Asia dan Kisah InspiratifBelanja di Ciwalk Makin Seru, Banyak Hadiah dan Promo Romantis
“Usulannya lebih ke kelengkapan sarana seperti MCK, pagar sekolah, pemagaran, turap, dan TPT,” jelasnya.
Rahmi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bogor membatasi ruang lingkup usulan agar proses pengawalan dan pengawasan pembangunan lebih efektif hingga tahap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Beberapa kebutuhan utama di Babakan Madang meliputi sektor pendidikan, sanitasi, infrastruktur pendukung, serta kelanjutan pembangunan yang belum tuntas. Baperida berkomitmen mengawal perencanaan ini agar pembangunan 2027 benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.
