JABAR EKSPRES – Pemimpin oposisi Venezuela yang kini menjadi buronan, Maria Corina Machado, menyatakan niatnya untuk segera pulang ke Venezuela guna berperan dalam proses transisi politik dan membangun masa depan negara itu.
Dalam unggahan di platform X, Machado menegaskan bahwa ia akan kembali “segera” untuk bekerja sama dalam proses transisi serta pembangunan “negara baru” yang memberikan harapan bagi generasi mendatang.
“Segera, saya akan kembali ke Venezuela untuk bekerja sama dalam transisi dan pembangunan negara yang luar biasa, tempat anak-anak kita akan kembali,” tulisnya.
Baca Juga:Tips Memperbaiki Skin Barrier Rusak yang Wajib Kamu Ketahui!Rusia Desak Israel Segera Buka Penyeberangan Rafah Usai Pemulangan Sandera Terakhir
Dalam video yang dibagikan, ia menyebut kondisi Venezuela sebagai “saat-saat genting” dan mengatakan bahwa pembebasan negaranya akan berdampak signifikan bagi seluruh wilayah Amerika Barat. Machado pun menggarisbawahi bahwa dukungan internasional — termasuk dari negara-negara demokrasi utama — sangat penting bagi proses demokrasi di Venezuela.
Machado juga menyoroti pentingnya pembebasan tahanan politik, dengan ratusan warga masih ditahan karena alasan politik di negara itu, menurut berbagai laporan.
Selain itu, ia mendapat dukungan dan disebut-sebut dalam pernyataannya peran pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dalam mendukung transisi menuju demokrasi.
Kembalinya Machado ini terjadi di tengah dinamika rumit pascaperubahan besar di Venezuela, termasuk penangkapan mantan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan AS awal Januari, yang dipindahkan ke New York dan menghadapi tuduhan serius, serta proses hukum yang sedang berjalan. Tuduhan itu sendiri dibantah oleh Maduro dan istrinya saat persidangan.
Secara keseluruhan, Maria Corina Machado menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam upaya memulihkan demokrasi di Venezuela dan berharap terlibat langsung dalam proses perubahan tersebut setelah kembali ke tanah airnya.*
