JABAR EKSPRES – Belakangan ini, sebuah aplikasi bernama Sumber Dana mulai ramai diperbincangkan warganet. Meski belum seviral aplikasi penghasil uang lainnya, nama Sumber Dana perlahan muncul di berbagai platform, terutama TikTok dan Facebook. Banyak pengguna mulai bertanya-tanya, apakah aplikasi ini benar-benar aman atau justru berbahaya?
Aplikasi ini diketahui baru dirilis pada 5 Januari 2026, sehingga wajar jika masih terdengar “fresh” dan belum terlalu banyak ulasan. Namun, justru di situlah letak bahayanya.
Sekilas, tampilan aplikasi dan website Sumber Dana terlihat rapi dan meyakinkan. Bahkan, pada halaman utama terpampang logo OJK yang seolah memberi kesan legal dan resmi.
Baca Juga:Aplikasi SnapBoost Penghasil Uang Diduga Scam? Ini Fakta SebenarnyaSimulasi Tabel Pinjaman KUR BRI 2026, Modal Rp100 Juta Cicilan Mulai Rp200 Ribuan Andalan UMKM
Namun, bagi pengguna yang sudah sering mengikuti kasus aplikasi investasi bodong, tampilan semacam ini bukanlah hal baru. Banyak aplikasi skema ponzi menggunakan desain profesional untuk menipu calon korban.
Lebih mencurigakan lagi, proses pendaftaran terbilang sangat longgar. Pengguna bisa masuk hanya dengan mengganti satu digit nomor telepon tanpa verifikasi ketat. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa sistem keamanan aplikasi ini sangat lemah dan tidak profesional.
Pada bagian “Tentang Kami”, Sumber Dana mengklaim bahwa platform mereka:
- Terdaftar dan diawasi sesuai regulasi
- Dana ditempatkan pada instrumen terkurasi
- Laporan harian transparan
Masalahnya, tidak ada satu pun nomor izin OJK yang dicantumkan. Tidak ada sertifikat resmi, tidak ada tautan verifikasi, dan tidak ada data legal yang bisa dicek secara publik.
Padahal, investasi legal wajib mencantumkan nomor izin resmi OJK, bukan sekadar menampilkan logo di halaman utama.
Salah satu produk investasi di aplikasi ini menawarkan:
- Modal awal: Rp50.000
- Keuntungan harian: Rp15.000
- Durasi: 37 hari
Jika dihitung, return harian tersebut sangat tidak logis dan jauh dari standar investasi legal. OJK sendiri sudah berkali-kali menegaskan bahwa investasi yang sehat harus memenuhi prinsip 2L: Legal dan Logis.
Tidak ada investasi resmi yang berani menjanjikan keuntungan tetap dan besar setiap hari tanpa risiko.
Baca Juga:Jadwal Nonton Barongsai di Bandung 2026, Siap-Sap Catat Jam, Tanggal dan LokasinyaHarga Emas Terbaru Hari Ini 29 Januari 2026 Naik Tajam ke Rp3.304.000 per Gram
Saat bergabung ke grup Telegram dan forum internal aplikasi, pola klasik kembali terlihat. Hampir seluruh konten hanya berisi:
