JABAR EKSPRES – Kamu mungkin pernah mendengar istilah Apa itu Virus Nipah berseliweran di media, terutama saat muncul kabar tentang penyakit menular berbahaya.
Namun, apakah kamu benar-benar memahami apa itu Virus Nipah, seberapa berbahaya dampaknya, dan mengapa virus ini terus menjadi perhatian dunia kesehatan?
Artikel ini akan membantumu memahami Virus Nipah secara menyeluruh, mulai dari asal-usul, cara penularan, gejala, hingga risiko yang perlu kamu waspadai.
Baca Juga:DJP Jabar I Sita Aset Tersangka Pidana PerpajakanDukung Pemulihan Pascabencana, Relawan BRI Peduli Terjun Langsung “Bersih-bersih Sekolah” di Aceh Tamiang
Virus Nipah bukan isu kesehatan biasa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan virus ini ke dalam daftar patogen prioritas tinggi.
Artinya, virus ini memiliki potensi besar menyebabkan wabah serius jika tidak diantisipasi dengan baik. Karena itu, memahami Apa itu Virus Nipah bukan sekadar menambah wawasan, tetapi juga langkah awal untuk melindungi diri dan lingkungan sekitarmu.
Apa Itu Virus Nipah dan Dari Mana Asalnya?
Jika kamu bertanya, apa itu Virus Nipah, jawabannya adalah virus zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Virus ini pertama kali ditemukan pada akhir 1990-an di Malaysia, tepatnya di sebuah peternakan babi yang mengalami wabah penyakit misterius. Saat itu, banyak babi dan pekerja peternakan menunjukkan gejala demam tinggi, gangguan pernapasan, hingga kejang.
Mengacu beberapa sumber, Virus Nipah berasal dari kelompok Paramyxovirus, yaitu virus RNA yang juga satu keluarga dengan virus penyebab campak dan gondongan.
Namun, Virus Nipah memiliki tingkat keganasan yang jauh lebih tinggi. WHO mencatat bahwa reservoir alami Virus Nipah adalah kelelawar buah.
Artinya, virus ini dapat hidup di tubuh kelelawar tanpa menimbulkan penyakit, tetapi menjadi sangat berbahaya ketika menular ke manusia.
Pola Penyebaran Virus Nipah yang Perlu Kamu Waspadai
Baca Juga:7 HP Infinix Terbaru 2026 yang Layak Kamu Beli, Spek Ngebut Harga Tetap Masuk Akal!KLJ Januari 2026 Kapan Cair? Ini Prakiraan Jadwal Pencairan dan Cara Cek Status Penerimanya
Penyebaran Virus Nipah tidak terjadi secara kebetulan. Awalnya, virus ini berpindah dari kelelawar buah ke hewan ternak, seperti babi. Setelah itu, virus menyebar ke manusia melalui kontak langsung.
Perubahan lingkungan, seperti deforestasi dan alih fungsi hutan, mempercepat proses ini. Ketika habitat alami kelelawar hilang, hewan tersebut berpindah ke area yang lebih dekat dengan pemukiman dan peternakan.
