JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Pangsi di pelataran Kompleks Pemkot Cimahi, Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Kota Cimahi. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Sejak pagi, lokasi pelaksanaan GPM Pangsi dipadati masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) yang memanfaatkan kesempatan membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Beras, telur, minyak goreng, daging, hingga aneka sayuran menjadi komoditas yang paling banyak diburu.
Pada pelaksanaan kali ini, Pemkot Cimahi melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi berkolaborasi dengan Bank BJB untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah.
Baca Juga:Respons Deklarasi untuk Adhitia Yudhistira di Pilkada 2029, PSI Cimahi Ingatkan Fokus Realisasi Janji KampanyeJaring Aspirasi Warga, Fraksi Golkar Cianjur Minta Pemkab Realisasikan Hasil Reses
“Kita melaksanakan GPM Pangsi, kegiatan rutin selama satu tahun. Hari ini kita menggandeng BJB yang punya program bagaimana mendorong stabilisasi harga pangan dan bahan pokok di masyarakat agar murah, dan dalam artian selalu tersedia di masyarakat,” ujar Kabid. Ketahanan Pangan Dispangtan Kota Cimahi A. Lukman Hadiansyah, Selasa (28/7/26).
Melalui kolaborasi tersebut, Bank BJB memberikan potongan harga khusus sebesar Rp10.000 bagi pengguna aplikasi untuk pembelian berbagai kebutuhan pokok. Program diskon itu berlaku untuk sejumlah komoditas, mulai dari beras, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, sayur-mayur, hingga buah-buahan.
“BJB memberikan diskon potongan harga khusus sebesar Rp10.000 untuk sembako. Alhamdulillah, ini sangat membantu masyarakat maupun teman-teman ASN yang berbelanja,” ungkapnya.
Selain memperoleh potongan harga dari Bank BJB, masyarakat juga menikmati harga pangan yang memang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Salah satu komoditas yang paling diminati adalah beras SPHP kemasan 5 kilogram yang semula dijual Rp58.000, namun pada GPM Pangsi kali ini dapat dibeli hanya dengan harga Rp48.000 setelah mendapatkan subsidi potongan harga.
Tingginya minat masyarakat membuat stok sejumlah komoditas habis dalam waktu singkat. Beras dan minyak goreng menjadi produk yang paling banyak dibeli selama pelaksanaan kegiatan.
