Sekolah Jadi Dapur Umum, Tiga SD di Pasirlangu Hentikan KBM Tatap Muka

Sekolah Jadi Dapur Umum, Tiga SD di Pasirlangu Hentikan KBM Tatap Muka
Kondisi Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat usai dilanda bencana longsor. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tiga sekolah dasar (SD) di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka setelah bangunan sekolah dialihfungsikan untuk mendukung penanganan darurat bencana longsor.

Penghentian sementara pembelajaran tatap muka tersebut dilakukan Dinas Pendidikan KBB menyusul bencana longsor yang melanda wilayah Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu.

Sejak Senin (26/1/2026), tiga sekolah yang terdampak kebijakan itu yakni SD Negeri 1 Pasirlangu, SD Negeri Karyabakti, dan SD Negeri Cinta Bakti.

Baca Juga:20 Korban Longsor Cisarua Teridentifikasi, DVI Polda Jabar: Sebagian Sudah Diserahkan ke KeluargaDVI Polda Jabar Terima 34 Kantong Jenazah, 20 Korban Longsor Berhasil Diidentifikasi

“Sebagai gantinya, seluruh siswa dari ketiga sekolah mengikuti pembelajaran secara daring untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan meski fasilitas sekolah digunakan untuk kegiatan kemanusiaan,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan, Asep Dendih di Cisarua, Selasa (27/1/2026).

Asep mengatakan, kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan serta kebutuhan penanganan darurat bagi warga terdampak longsor.

Selain itu, lokasi ketiga sekolah dinilai paling dekat dengan titik bencana dan memiliki sarana yang memadai untuk mendukung kegiatan darurat.

“Untuk sementara, proses belajar mengajar kami alihkan ke sistem daring. Ada tiga sekolah yang saat ini dimanfaatkan, yaitu SDN Karyabakti, SDN 1 Pasirlangu, dan SDN Cinta Bakti,” katanya.

Asep menjelaskan, sejumlah ruang kelas di sekolah-sekolah tersebut kini difungsikan sebagai dapur umum serta fasilitas pendukung lainnya bagi warga terdampak.

Pemanfaatan sekolah dinilai sangat membantu operasional penanganan bencana karena lokasinya strategis dan mudah dijangkau.

“Kami sangat memperbolehkan sekolah dipergunakan untuk penanganan darurat bencana. Selain paling dekat dengan lokasi longsor, fasilitasnya juga memadai. Saat ini, beberapa ruang digunakan sebagai dapur umum dan tempat pendukung bagi warga terdampak,” katanya.

Baca Juga:Panik Longsor Susulan, Jumlah Pengungsi Pasirlangu Cisarua Membengkak Lebih dari 900 JiwaPeristiwa Longsor di Pasirlangu, WALHI Jabar Soroti Soal Tata Kelola Kawasan 

Bencana longsor di Kampung Pasir Kuning sendiri mengakibatkan sedikitnya 30 rumah tertimbun material tanah. Sebanyak 34 kepala keluarga dengan total 113 jiwa tercatat terdampak dan harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Terkait durasi penghentian pembelajaran tatap muka, Asep menyebut pihaknya belum dapat memastikan hingga kapan kebijakan tersebut diberlakukan. Dinas Pendidikan KBB masih berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

0 Komentar