JABAR EKSPRES – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Banjar, Jawa Barat, secara resmi menyatakan tidak ada rencana pengurangan alokasi dana untuk program pendampingan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Pernyataan ini disampaikan untuk menepis isu yang beredar mengenai pemotongan anggaran bantuan yang selama ini menjadi penopang hidup para pasien ODGJ.
Ketua Baznas Kota Banjar, Undang Munawar, menegaskan bahwa lembaganya dalam mendukung penanganan ODGJ tetap berjalan.
Baca Juga:Dana Zakat Profesi Menghilang? Baznas Banjar Dituntut Transparan!Kontroversi Seleksi BAZNAS Kota Banjar, Dugaan Nepotisme dan Politisasi Lembaga Zakat Menguat
Bantuan yang diberikan ditujukan untuk membiayai kebutuhan hidup ODGJ yang sedang menjalani proses rehabilitasi atau pengobatan, baik di panti rehabilitasi maupun di rumah. Nilai bantuan yang diberikan tetap sebesar Rp600 ribu per bulan per penerima.
“Dukungan dari kami untuk penanganan ODGJ itu sudah berjalan lama. Kemudian ada istilah menurunkan dari Rp600 ribu menjadi Rp450 ribu, itu belum ada rencana kebijakan itu,” terang Undang, Selasa (27/1/2026).
Saat ini, terdapat 21 orang ODGJ yang secara rutin menerima bantuan pembiayaan dari Baznas Kota Banjar. Undang menjelaskan bahwa jika pada kedepan ada evaluasi terhadap program tersebut, fokusnya adalah pada penertiban administrasi.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa bantuan yang disalurkan tepat sasaran, yakni khusus bagi ODGJ yang secara administratif tercatat sebagai warga Kota Banjar.
“Kami ingin ODGJ yang menerima bantuan itu yang memiliki administrasi warga Banjar. Kalau tidak begitu, kami khawatir setiap ada ODGJ yang datang ke sini nanti dibantu juga oleh Baznas. Meski ODGJ juga manusia dan membutuhkan penanganan, kami ingin memprioritaskan yang secara administratif merupakan warga Banjar agar anggaran yang ada lebih efektif dan terukur,” paparnya.
Untuk mengoptimalkan program ini, Baznas berencana melakukan koordinasi lebih intensif dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Banjar. Koordinasi ini akan membahas mekanisme dan data valid penerima bantuan agar sinergi antar lembaga berjalan lebih baik.
Sementara itu, dari Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinsos P3A Kota Banjar, Hani Supartini, mengakui bahwa bantuan dari Baznas memiliki peran yang sangat vital.
