80 Jemaah Haji Kloter 27 JKS Bogor-Karawang Gunakan Gelang Merah Penanda Risiko Tinggi

328 calon jemaah haji kloter 27 JKS gabungan Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Karawang resmi diberan
328 calon jemaah haji kloter 27 JKS gabungan Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Karawang resmi diberangkatkan dari Masjid Raya Kota Bogor, Selasa (19/5/2026). Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 80 calon jemaah haji Kloter 27 JKS gabungan Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Karawang yang diberangkatkan dari Masjid Raya Bogor pada Selasa (19/5/2026), tercatat menggunakan gelang merah sebagai penanda jemaah risiko tinggi kesehatan (risti).

Dokter tim kesehatan Kloter 27 JKS, Andri, menjelaskan gelang merah diberikan kepada jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu maupun faktor usia yang membutuhkan perhatian lebih selama menjalankan ibadah haji.

“Gelang merah itu sebagai penanda, tanda bahwa jemaah itu berisiko tinggi atau risti secara kesehatan, jadi nanti di Makkah kami petugas harus lebih perhatian juga ke mereka,” ujar Andri.

Baca Juga:Dua Maling Gasak Sepeda Motor di Gunung Putri Bogor, Lepaskan Tembakan Saat KaburSoal Ulat di Menu MBG, Komisi IV DPRD Tasikmalaya: Mengecewakan! Makan Bergizi Tapi Tidak Higienis

Menurutnya, kategori risiko tinggi tidak selalu berarti kondisi jemaah dalam keadaan berbahaya atau tidak mampu menjalankan ibadah haji. Namun, penanda tersebut digunakan agar tim kesehatan dapat melakukan pemantauan lebih intensif.

Beberapa penyakit seperti hipertensi, diabetes, anemia hingga gangguan jantung masuk dalam kategori risiko tinggi karena membutuhkan konsumsi obat rutin dan pengawasan kesehatan secara berkala.

Selain faktor penyakit, usia di atas 60 tahun juga menjadi salah satu indikator jemaah risiko tinggi.

“Kalau misalnya usia di atas 60 juga risiko tinggi. Tapi kalau yang di bawah 60 bisa juga risiko tinggi kalau misalnya ada penyakit tertentu yang telah kami tim kesehatan klasifikasikan,” katanya.

Andri menjelaskan, penentuan jemaah yang menggunakan gelang merah sudah dilakukan sejak proses pemeriksaan kesehatan di daerah asal masing-masing sebelum keberangkatan.

“Dari awal memang sudah ditandai. Dari Karawang, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dari pemeriksaan kesehatan di masing-masing wilayah asal jemaah,” ujarnya.

Seluruh jemaah risiko tinggi nantinya akan kembali menjalani pemeriksaan kesehatan setibanya di embarkasi untuk memastikan kondisi mereka masih layak terbang sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.

Baca Juga:Permudah Akses Masyarakat, Pemkab Tasikmalaya Wujudkan Transformasi DigitalArus Balik Puncak Didominasi Kendaraan ke Jakarta, Jalur Kembali Normal Dua Arah

“Nanti langsung dicek yang berisiko tinggi. Kalau misalnya hasil labnya kurang bagus sesuai ketentuan kementerian kesehatan kayaknya enggak berangkat. Tapi kalau misalnya bagus insya Allah berangkat,” jelasnya.

Ia juga mengimbau para jemaah, khususnya yang masuk kategori risiko tinggi, agar menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci.

0 Komentar