Pemkab Bandung Barat Tetapkan Darurat Bencana Longsor Pasirlangu! 

Pemkab Bandung Barat Tetapkan Darurat Bencana Longsor Pasirlangu! 
Puluhan rumah di Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB rata dengan tanah seusai diterjang bencana longsor. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi menetapkan status darurat bencana atas peristiwa longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Sabtu (24/1/2025).

Penetapan status darurat bencana tersebut dilakukan menyusul besarnya dampak longsor terhadap permukiman warga, serta tingginya jumlah korban terdampak.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB tercatat 113 orang dilaporkan menjadi korban, dengan rincian 21 orang ditemukan selamat, 8 orang meninggal dunia, dan 82 orang lainnya masih dalam pencarian.

Baca Juga:Longsor Pasirlangu Telan Korban, Pemprov Jabar Siapkan Penataan Ulang Jadi Hutan LindungGubernur Jabar Janjikan Santunan Rp25 Juta dan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pasirlangu

Bencana tersebut menerjang sedikitnya 30 rumah warga yang berada di RW 10 dan RW 11 Desa Pasirlangu. Berdasarkan pantauan di lapangan, longsor terjadi di lereng kaki Gunung Burangrang dengan panjang area terdampak mencapai sekitar dua kilometer. Material longsoran menimbun lahan hutan, permukiman penduduk, serta area pertanian.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan status darurat bencana ditetapkan untuk mempercepat proses penanganan di lapangan, terutama dalam upaya pencarian dan penyelamatan korban.

“Kami menetapkan kejadian ini sebagai darurat bencana karena jumlah korban cukup banyak dan lokasi terdampak sangat luas. Dengan status ini, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi,” ujar Jeje saat meninjau lokasi longsor.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah membentuk tim koordinasi penanganan bencana yang melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, BPBD, dan tim SAR gabungan. Fokus utama saat ini adalah operasi pencarian korban tertimbun, pendirian posko pengungsian, pelayanan kesehatan, serta distribusi bantuan logistik.

“Kami juga membuka akses menuju lokasi agar proses evakuasi lebih mudah. Posko pengungsian, bantuan logistik, dan layanan kesehatan sudah disiapkan untuk warga terdampak,” jelasnya.

Jeje mengakui proses pencarian korban menghadapi kendala berat, terutama sulitnya akses akibat lumpur tebal dan kondisi tanah yang masih labil. Selain itu, potensi longsor susulan masih tinggi karena hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut.

“Kami tetap mengutamakan keselamatan petugas. Pencarian korban disesuaikan dengan kondisi cuaca karena berdasarkan informasi BMKG, hujan masih berpotensi terjadi hingga Februari,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar